Kerusakan terumbu karang di Raja Ampat oleh kapal Caledonian Sky asal Inggris sudah dikatergorikan sebagai kerusakan terparah yang terjadi di destinasi wisata terindah di Indonesia timur itu. Kapal pesiar dengan panjang 295 kaki dan berat 4.290 ton tersebut kandas di sepanjang pantai, merusak terumbu karang alami seluas 1.600 meter persegi. Luas tersebut kurang lebih setara dengan tiga kali luas lapangan sepakbola resmi

Kapal yang dimiliki oleh operator tur Caledonia Noble tersebut terjebak dalam laut yang sedang surut.
Padahal, kapal tersebut dilengkapi dengan radar dan instrumen navigasi canggih.

Kerusakan kapal sangat minim, tapi lain halnya dengan terumbu karang yang mereka lewati.

Kandasnya kapal Caledonian Sky yang dinahkodai oleh Kapten Keith Michael Taylor ini menimbulkan dampak kerusakan terumbu karang yang luar biasa. arahnya, terumbu karang yang dirusak oleh kapten kapal MV Caledonian Sky itu berada tepat di jantung Raja Ampat, sebuah pusat keanekaragaman hayati laut,” ujar Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno.

Berdasarkan UU 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, perusakan kekayaan alam seperti terumbu karang, lahan gambut dan hutan merupakan tindakan kriminal yang ancaman hukumannya adalah pidana penjara. Oleh karena itu, Arif mengatakan kendati perusahaan asuransi bersedia untuk membayar kerusakan lingkungannya, namun hal tersebut tidak dapat menghilangkan aspek pidananya.

Terumbu karang di Raja Ampat merupakan salah satu terumbu karang terindah di dunia, sekaligus calon Situs Warisan Dunia UNESCO.

 

About the Author

Related Posts

Semangat dan motivasi tinggi ditunjukan oleh 1.300 perserta sportourism Bintan Triathlon 2017 di...

Pertemuan IMF World Bank yang akan segera berlangsung pada Annual Meeting 2018 di Indonesia, oleh...

Jumat 19 Mei 2017 maskapai Air Asia X  Indonesia melakukan penerbangan Bali-Mumbai, India dari...

Leave a Reply