Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan I-2017 menjadi momen bersejarah bagi Yayasan El John Indonesia, karena Yayasan yang memiliki kepedulian dengan pendidikan pariwisata ini meneken kerjasama atau MOU dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). MOU ditandatangai langsung oleh Founder & Chairman EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto dan Prof.Dr. H. M. Ahman Sya sebagai Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (BPKK) Kemenpar dan disaksikan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya  di sela-sela Rakornas di Hotel Borobudur, Kamis, 30 Maret 2017.

MOU ini mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang Pariwisata. Usai penandatanganan, Founder & Chairman EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto menyambut baik kerjasama ini. Johnnie menjelaskan dalam MOU, El John Indonesia akan bekerjasama dengan 6 Perguruan Tinggi pariwisata dibawah bendera Kemenpar. Langkah pertama yang akan dilakukan EL John Indonesia adalah melakukan sosialisai kepada ke enam Perguran Tinggi tersebut perihal informasi yang berkembang di Perguruan Tinggi dan juga ada pertukaran informasi sesama Perguruan Tinggi Pariwisata. Karena itu, sesama Perguruan Tinggi harus memiliki sinergi untuk mengetahui informasi secara akurat, jika tidak informasi yang berguna ini akan meleset, sehingga tidak dapat diterima sesama Perguruan Tinggi.

Selain itu Menurut Pendiri Indonesia Tourism Forum ini, kerjasama tersebut juga bertujuan untuk mendapatkan karya tulis ilmiah tentang pariwisata yang ditulis Dosen agar dapat di publikasikan ke majalah Travel Club. “Semuanya harus mendapat informasi yang lengkap, tentang apa saja yg di lakukan kampus yang satu dengan kampus yang lain. Nah ini akan disosialisasikan antara kampus yang satu dengan kampus yang lain. Para dosen itu dapat menulis ilmiah tentang kepariwisataan untuk dipublikasikan di majalah Travel Club dan bisa sampai ke kampus satu dengan kampus yg lain,” ujar Johnnie.

Hal senada juga disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Prof.Dr. H. M. Ahman Sya. Di tempat yang sama. Ahman mengatakan ada dua hal yang perlu ditindaklanjuti dalam MOU ini, pertama mengembangkan kreativitas keilmuan dari para dosen dan mahasiswa, seperti memfasilitasi media untuk penulisan karya-karya ilmiah lewat jurnal. Dan yang kedua pengalaman-pengalaman mengenai pengembangan SDM pariwisata harus dapat ditransformasikan.

“Mentransformasikan pengalaman-pengalaman dalam hal soal pengembangan SDM pariwisata lewat berbagai cara. Misalkan bagaimana mendorong mereka supaya punya visi dalam pengembangan SDM itu, terkait dengan media-media yang selama ini, khusus mempromosikan pariwisata. Misalkan radio, majalah kemudian juga ada pengembangan pengelolahan manajemen Putri Pariwisata.

MOU ini akan akan dijalankan selama tiga tahun dan perperiode aka ada evaluasi untuk mengetahui apakah ada kekurangan dalam kerjasama tersebut sehingga dapat segera diperbaiki.

About the Author

Related Posts

Konsep pariwisata sebentar lagi akan mulai diperkuat untuk berbasis back to nature/kembali ke alam....

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga, oleh karena itu IHGMA dan PHRI...

Terdapat daya tarik baru di Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. Di bagian akses jalan menuju...

Leave a Reply