Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2017, Kamis malam, 6 Arpil 2017, resmi dibuka oleh Walikota Solo W FX Hadi Rudyatmo dan Deputi Pengembangan dan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata, Esti Reko Astuti, serta didampingi De Ajenk Purbandini yang merupakan Borobudur Tourism Ambassadress. SICF 2017 yang digelar di Stadion Manahan Solo ini, akan berlangsung hingga tanggal 9 April 2017.

Pembukaan SICF 2017 berlangsung meriah dengan hadirnya chef-chef dari Indonesian Chef Association (ICA) yang melakukan demo memasak. Ribuan pengunjung pun antusias jajan di 140 stand dari total 162 UKM kuliner yang ada. Festival ini juga menghadirkan chef internasional yang akan mamanjakan lidah pengunjung.

Untuk kuliner khas Solo yang disuguhkan di festival ini, antara lain, Festival Gempol Pleret, Festival Sate Kere, Festival Kue Putu, Festival Tengkleng, dan Festival Brambang Asem.Setiap harinya di festival ini, ada pertunjukan masakan tradisional dan setiap hari menu yang disajikan akan berbeda.

Dalam sambutannya, Walikota Solo Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan Kuliner kota Solo menjadi salah satu kuliner Indonesia yang banyak dicari masyarakat. Selain karena cita rasa yang enak, harga yang terjangkau juga menjadi faktor kuliner Solo sangat diminati masyrakat.

“Kuliner kita banyak digandrungi masyarakat karena harganya terjangkau dan citarasa enak. Pemkot coba membranding Kota Solo sebagai kota kuliner. Karena salah satu tumpuan kota solo adalah jasa, kita hadirkan suasana kuliner yang berbeda” kata Hadi.

Menurut Hadi, dengan digelarnya festival kuliner bertema Heritage Culinary itu dapat memberikan dampak positif untuk bisnis dan pariwisata.

“Kita harus lihat juga impactnya, tidak sekadar jualan saja. Tapi juga membranding produk dan jasa kuliner dari UKM (Usaha Kecil Menengah),” tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Deputi Pengembangan dan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata, Esti Reko Astuti menilai Kota Solo memiliki berbagai potensi wisata, mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga wisata kuliner.

“Ini semacam paket komplit, kalau Pemerintah Daerah concern mengembangkan tentu akan berbuah positif bagi masyarakat. Khususnya pelaku bisnis. Tapi acara seperti ini harus tetap dikurasi agar tema bisa tersampaikan dan jenis makanan beragam,” jelas Esti.

About the Author

Related Posts

Menteri Pariwisata (Menpar)  Arief Yahya mengakui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) jauh...

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya selalu menyebut keberhasilan pariwisata tidak pernah lepas...

Wisata bahari Indonesia terus dimantapkan. Infrastruktur dibangun. Regulasi pun ikut...

Leave a Reply