Lagi-lagi Kabupaten Banyuwangi menunjukan taringnya untuk menggejot pengembangan wisatawan di daerahnya. Kiprah Banyuwangi pun sudah tercium harum di kancah parisiwata nasional. Kini salah satu kabupaten di Jawa Timur itu sedang mengembangkan wisata baru yakni Kampung Cokelat Glenmore.

“Cokelat Banyuwangi ini potensinya besar dan telah sampai ke mancanegara. Itu sebabnya kami menyiapkan kampung cokelat di daerah Kecamatan Glenmore,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Menurut Anas, Pemkab tidak sendirian dalam mengelolah wisata baru itu, Pemkab Banyuwangi telah menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) untuk mengembangkan potensi coklat di Kampung Cokelat Glenmore.

Bahkan untuk saat ini sedang dimatangkan produksi cokelat siap saji. Untuk memuluskan langkah tersebut Pemkab Banyuwangi sedang  berembuk dengan tim ahli untuk merencanakan produksi cokelat kemasan. “Ini merupakan bagian dari pengembangan kampung cokelat, untuk mendulang wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Bramuda.

Cokelat yang berasal dari kota yang dikenal sebagai ‘Sunrise of Java’ ini memang dikenal sebagai salah satu cokelat terbaik dunia. Rasa dan karakteristiknya unik. Berbeda dengan daerah lain. Di Glenmore, Banyuwangi, rasa cokelatnya cenderung asam buah-buahan, mirip seperti kismis. Dan after taste-nya menghasilkan rasa madu. Tak heran, cokelat Banyuwangi, Indonesia jadi pilihan banyak produsen di Swiss dan Belgia.

Bram optimis cokelat asal Glenmore Banyuwangi akan semakin dikenal di rumah sendiri maupun di dunia. Hal itu akan didorong dengan terus Dengan memperkenalkan cokelat asli Indonesia yang diolah dengan cara yang tepat dan dikemas menarik. “Yang penasaran, silakan berwisata ke perkebunan cokelat di Banyuwangi, Perkebunan wisatanya ada di desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore,” ujarnya.

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji inovasi keeatif untuk menaikkan pamor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Baginya, Banyuwangi itu contoh kongkrit. Bupatinya menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya.

“Sangat kreatif. Memanfaatkan perkebunan cokelat yang sudah mendunia untuk mendorong pariwisata. Itu kebanggaan, dan semua bisa belajar dari kisah sukses Banyuwangi. Bagaimana membangun mimpi ke depan, apa yang dilihat saat ini, dan bagaimana cara mewujudkan impiannya itu,” kata Menpat Arief Yahya.

 

About the Author

Related Posts

Pariwisata di Sumatera Barat tercium hingga ke Eropa. Dampaknya ada minat dari sejumlah pengusaha...

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengeluarkan tindakan tegas kepada Royale VIP Bus....

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada sejumlah titik panas di beberapa...

Leave a Reply