Akhir pekan ini ada yang berbeda di lokasi wisata Taman Sari, Banda Aceh, Aceh. Aroma makanan khas Turki menyerbak hingga ke dalam hidung. Di bawah tenda berjejer kuliner ala Negeri Kebab.

Kegiatan Bazar Amal yang digelar Pesantren Tahfidzul Quran Sulaimaniyah di Taman Sari (Taman Bustanussalatin) berlangsung sejak Jumat (14/4) sore. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal.

Usai membuka Bazar Amal, Illiza sempat berkunjung ke bawah tenda tempat aneka makanan disaji. Di sana, ada kebab khas Turki, es krim, minuman Limonata (sherbet) dan lainnya. Para pengunjung dapat memilih makanan sesuai diinginkan dan tentu dengan harga terjangkau.

 Menjajal Wisata Aroma Turki di Taman Sari Banda Aceh

“Kami sangat mengapresiasi kepada penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan ini. Hasil dari bazar yang dilakukan tersbut akan digunakan untuk kemajuan pendidikan di Pesantren Tahfidzul Quran Sulaimaniyah yang berlokasi di Banda Aceh,” kata Illiza dalam sambutannya.

Aneka kuliner khas Turki yang tersedia di sana di antaranya yaitu Doner Kebab, kavurma, Lahmacun, es krem, kopi turki, aneka jus, SFC, Manti, icli kofte, sutlac, adana kebab, pogaca, kadayifm lokma tatlisi dan lainnya. Selain itu, juga ada kaligrafi, pakaian, gantungan kunci dan berbagai pernak pernik lainnya.

Harga makanan berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp.15.000. Sementara untuk oleh-oleh lain harganya mulai Rp 25.000 hingga Rp 500.000.

Ketua Koordinator Ponpes Tahfidzul Quran Sulaimaniyah Sumatera, Ustaz Tajuddin Ince, mengatakan, Bazaar yang digelar untuk kedua kalinya ini menyediakan makanan, minuman, kaligrafi, pakaian dan semuanya khas Turki. Barang-barang itu semua didatangkan dari negara yang terletak di dua benua tersebut.

“Harganya di sini lebih murah sehingga kita bisa menikmati semua,” kata Tajuddin kepada wartawan.

Untuk membeli makanan yang disediakan di sana, pengunjung harus terlebih dulu menukar uang dengan voucher. Antrean panjang terlihat ditempat penukaran uang. Setelah kupon dipegang, pengunjung baru dapat berbelanja sesuka hati.

Menurutnya, pihaknya memberlakukan voucher agar pengunjung lebih tertib saat berbelanja. Pengalaman tahun kemarin, antrean mengular disetiap tempat penjualan makanan atau pun pernak-pernik lainnya.

“Jadi dengan adanya voucher jadi lebih tertib. Hasil dari bazar ini kita gunakan untuk pesantren,” jelas Tajuddin.

About the Author

Related Posts

Siapa yang tidak ingin berwisata ke pulau. Keindahan alam dan lautnya menjadikan wisata bahari ini...

Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Timur 2017 sudah selesai diselenggarakan di Teater Tanah...

Untuk ke-17 kalinya Europe on Screen (EOS) diselenggarakan dan pada penyelenggaraan tahun 2017 ini...

Leave a Reply