Pembebasan biaya parkir dan lepas landas akan segera dilakukan PT Angkasa Pura II. Pembebasan tersebut diberikan apabila ada maskapai yang mau memindahkan parkir di Bandara Soekarno Hatta.

Ini merupakan salah satu cara mengatasi masalah yang ada di bandara Soekarno Hatta dan bandara lainnya dikarenakan banyak maskapai yang melakukan parkir dengan waktu yang cukup lama. Banyaknya pesawat yang melakukan RON (Remain Over Night) sehingga memenuhi lahan parkir sementara aktivitas di bandara dsemakin sibuk dan bertambahnya penerbangan seperti yang ditargetkan Menpar Arief Yahya sehingga harus dibuat dengan efisien.

“Kalau bandara yang nge-RON itu kan sebenarnya kita ingin dorong produktivitas mereka (maskapai) juga.” Ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin usai menerima roadshow Menpar Arief Yahya di kantor Angkasa Pura II Senin 17 April 2017.

Pembebasan yang diberikan seperti yang dijelaskan berlaku untuk di seluruh bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II seperti Kualanamu Medan, Tanjung Pinang Pangkal Pinang dan bandara lain yang dibawah AP II.

Melalui kebijakan tersebut diharapkan agar aktivitas di Bandara Soekarno Hatta semakin efektif serta bisa membuka kesempatan bagi maskapai-maskapai lainnya yang ingin membuat rute dari atau ke Bandara Soekarno Hatta. Aktivitas lahan parkir juga tidak terganggu lantaran banyak pesawat yang parkir lama bisa di minimalisir.

“Jadi begini misalnya mereka nge-RON-nya malam. Mereka landing di mana? Misalnya jam sembilan malam, jam dua malam, sih oke aja buat kita. Tapi ada maskapai yang nge-RON jam sekarang, sore. Setengah tiga atau jam lima sore. Saya rasa di samping produktivitas mereka tidak tinggi, itu juga ngebebani kapasitas di apron kita, parking stand,” tukas Awaluddin.

PT Angkasa Pura II mengelola bandara yang tersebar di seluruh Indonesia seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Internasional Kuala Namu (Medan), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Riau), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Supadio ( Pontianak), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Bintan, Kepulauan Riau), Bandara Sultan Thaha (Jambi), Bandara Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh),  Bandara Raden Inten II (Bandar Lampung) dan Bandara Silangit (Sumatera Utara).

About the Author

Related Posts

Lebaran semakin dekat dan sebagian orang memanfaatkan momentum lebaran untuk mudik ke kampung...

Presiden Jokowi pernah  memberikan sinyal akan adanya revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang...

Rencananya pembangunan kereta gantung di Kawah Ijen sudah tercetus sejak lama. Kementerian...

Leave a Reply