Di Indonesia terdapat pulau yang memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu Pulau Giliyang. Gili Iyang yang terletak di kabupaten Sumenep Jawa Timur tersebut memiliki keunikan tersendiri. Jika diseluruh daratan dan pulau biasanya memiliki kandungan oksigen rata-rata sekitar 21 persen, di Gili Iyang memiliki kadar oksigen yang lebih besar.

Atas keistimewaan tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meminta kepada Pemkab Sumenep Jawa Timur agar memberikan pulau tersebut “keistimewaan” karena keunikan yang dimiliki pulau tersebut.

Pulau Gili Iyang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar apalagi bisa menjadi wisata kesehatan yang terkenal. Adanya rencana pembangunan pembangkit listrik disana bisa berpotensi merusak kadar oksigen yang dimiliki. Oleh karena itu diharuskan melestarikan dan merencanakan dulu adanya potensi bahaya dalam pembangunan apapun itu di Gili Iyang.

“Setiap rencana pengembangan Pulau Giliyang harus melalui pertimbangan khusus, yakni kadar oksigen yang di atas rata-rata itu harus terjaga. Istimewanya dalam konteks itu,” kata Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN, Halimurrahman, di Sumenep 17 April 2017.

Halimurrahman mendapat undangan dari Pemda Sumenep untuk melakukan penelitian terkait rencana pengembangan Gili Iyang. Salah satu pengembangan tersebut adalah pembuatan pembangkit listrik tenaga diesel.

“Kami tidak ingin menghalangi setiap rencana pengembangan di Pulau Giliyang. Namun sekali lagi jangan sampai membuat kadar oksigennya turun,” tukas Halimurrahman.

“Gas buang dari mesin PLD yang beroperasi secara terus-menerus tersebut berpotensi membuat kandungan oksigen tercemar atau menurun.” Lanjut dia.

LAPAN pernah melakukan penelitian di Pulau Giliyang di tahun 2006, selain itu ada lembaga lain yang pernah meneliti di tahun 2011 dan 2013. Memang didapat hasilnya bahwa kadar oksigen didaerah tersebut terbaik di dunia.

Karenanya perencanaan pengembangan harus dipelajari lebih dulu karena keunikan yang dimiliki Pulau Giliyang tersebut. Terkait saran Halimurrahman, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, mengatakan, “Kami memang ingin meminta masukan dan saran. Kadar oksigen di Pulau Giliyang itu memang harus dijaga, karena tidak hanya menjadi salah satu ikon wisata di Sumenep, akan tetapi juga di Jawa Timur.”

About the Author

Related Posts

Terdapat daya tarik baru di Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. Di bagian akses jalan menuju...

Belakangan ini masyarakat dihebokan dengan munculnya berbagai kasus perkusi. Perkusi adalah...

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kerinci, Jambi mengakui adanya infrastruktur beberapa objek...

Leave a Reply