Banyuwangi International Bicycle Moto-Cross (BMX) kembali digelar tahun ini. Kejuaraan yang akan dilangsungkan pada 22-23 April di Sirkuit Muncar, Banyuwangi ini kembali diikuti oleh peserta dari dalam maupun luar negeri. Saat ini sejumlah peserta sudah tiba di Banyuwangi, sebagian dari mereka bahkan sudah menjajal sirkuit Muncar, Rabu (19/4).

“Sejumlah tim dari luar negeri ini sudah mulai berdatangan. Seperti dari Australia, Malaysia, Jepang. Mereka langsung menjajal sirkuit ini,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Wawan Yadmadi, kepada detikcom.

Timnas Indonesia sendiri, imbuh Wawan, juga sudah menjajal satu-satunya sirkuit Internasional di Banyuwangi itu. Timnas Indonesia akan menurunkan 15 atletnya untuk berlaga langsung di tiga kelas yang dilombakan. Tak ketinggalan, Tony Syarifudin dan Elga Charisma juga terjun di ajang internasional ini.

“Kompetisi ini telah masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI) dengan kategori C1. UCI sendiri telah menunjuk Kevin Braybon dari Australia sebagai Chief of Commissionaire di ajang ini,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Sedikitnya 303 peserta dari mancanegara akan saling beradu keandalan di kompetisi ini. Negara asal peserta antara lain Malaysia, Australia, Korea, Amerika Serikat, dan Jepang.

“Malaysia bahkan menurunkan tiga tim. Tim nasional, Serawak, dan Trengganu,” jelas Anas.

Menurut Anas, kompetisi ini diminati atlet dari berbagai negara ASEAN karena kejuaraan ini telah masuk agenda UCI. Sehingga kompetisi ini juga menjadi ajang para pebalap sepeda BMX untuk mengukur kemampuan mereka. Apalagi sirkuit BMX yang terletak di Desa Kedungrejo, Muncar ini merupakan sirkuit berstandar internasional terbaik di Indonesia.

“Sirkuit BMX Muncar ini dibangun sesuai dengan kriteria seperti yang distandarkan oleh UCI. Seperti panjang lintasan, kemiringan lintasan, serta tinggi tanjakan sesuai standar. Dibandingkan daerah lain di Indonesia, tingkat kesulitan lintasan sepeda di Banyuwangi jauh lebih bagus,” kata Anas.

Anas menambahkan kompetisi ini digelar tidak hanya untuk kegiatan olahraga semata, namun juga dirancang sebagai sport tourism. Lewat kejuaraan BMX ini, Banyuwangi sekaligus ingin meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Sekaligus mendongkrak pertumbuhan di sektor pariwisata, budaya dan ekonomi di Banyuwangi. Kita mem-branding olahraga untuk pariwisata agar ekonomi masyarakat tumbuh, karena peserta bisa menginap di rumah warga-warga sekitar,” jelasnya.

Pemkab bekerja sama dengan penduduk sekitar menyediakan guest house bagi atlet. Setidaknya terdapat 32 rumah penduduk yang siap menampung para atlet tersebut.

About the Author

Related Posts

Bank Indonesia (BI)  menyadari banyaknya pertentangan terkait  biaya isi ulang uang elektronik...

Indonesia terdiri dari ribuan pulau-pulau yang tersebar, untuk itu konektivitas antar pulau...

Rendang, Sate Ayam, Nasi Goreng, Bakmi Goreng, Nasi Kuning, dan jajanan pasar lainnya disajikan...

Leave a Reply