Dukungan dibangunnya wahana hiburan sekelas Disneyland di Boyolali, Jawa Tengah, terus berdatangan. Sebelumnya dukungan itu datang dari pihak Istana Kepresidenan, kini giliran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang memberikan dukungan tersebut. Bahkan Apindo optimis pembanganan wahana hiburan termegah itu bakal mendorong pengembangan ekonomi di Boyolali.

Meski demikian ada saran yang disampaikan Waki Ketua Umum Apindo, Suryadi Sasmita kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali. Suryadi menyarankan agar wahana hiburan itu tetap menggunakan nama Disneyland. Pasalnya, nama Disneyland sudah memiliki branding yang kuat di mata masyarakat internasional.

“Kalau namanya bukan Disneyland, tidak punya daya tarik sekuat Disneyland. Jadi kayak theme park biasa yang sudah ada di Indonesia, peminat orang lokal saja kurang,” jelas Suryadi seperti yang dikutip liputan6.com.

Menurut Suryadi kehadiran Disneyland di suatu negara akan dapat menumbuhkan perekonomian di negara tersebut.
Perekonomian yang maksud bisa berasal dari banyaknya wisatawan mancanegara dan domestik untuk datang ke Boyolali. Selain itu dibangunnya Disneyland dapat membuka kran lapangan kerja baik untuk masyarakat Boyolali mapun masyarakat di luar Boyolali.

“Kalau ada Disneyland, bukan cuma masyarakat Indonesia ke sana, tapi dari Singapura, Malaysia juga pasti datang. Di Hong Kong saja ramai sekali,” tutur Suryadi.

Namun demikian, Suryadi berharap, rencana pembangunan proyek Disneyland ala Boyolali bisa terealisasi sehingga dapat menjadi objek wisata menarik di Kota Susu itu. “Ya kita lihat saja janji Bupatinya, apakah akan terbukti,” papar Suryadi.

Sebelumnya Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan wahana hiburan yang akan dibangunnya di daerahnya itu bukan bernama Disneyland. Menurut Seno sejumlah investor sedang memikirkan beberapa opsi untuk nama wahana hiburan tersebut.

Meski bukan mengambil nama Disneyland, para investor sepakat akan mengadopsi beberapa permaianan yang dimiliki Disneyland maupun permainan yang dimiliki wahana hiburan dan bermain yang telah memiliki nama di dunia.

“Ini bukan Disneyland. Tapi dalam dunia bisnis itu biasa, franchise kan tidak harus 100 persen. Mereka sudah nego (Disneyland) tidak beli 100 persen, hanya sekitar 21-23 persen. Pakai Universal Studio 17 persen, ada lagi Warner Bros, Paramount, dan lainnya. Jadi 6-8 raksasa dunia, diambil beberapa wahana,” jelas Seno.

Dengan target selesai paling cepat 2019, wahana hiburan sekelas Disneyland di Boyolali ini diharapkan bisa menggaet minimal dua juta turis atau dua kali lipat dari jumlah penduduk Kota Susu yang sekitar satu juta jiwa sekarang ini.

About the Author

Related Posts

Terdapat daya tarik baru di Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. Di bagian akses jalan menuju...

Untuk memuaskan pelanggannya, Operator internet Biznet akan menawarkan layanan untuk sektor...

Lebaran semakin dekat dan sebagian orang memanfaatkan momentum lebaran untuk mudik ke kampung...

Leave a Reply