Kalangan dunia usaha memiliki harapan tersendiri untuk Gubernur DKI Jakarta yang baru. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek Ilham Habibie berharap Gubernur DKI Jakarta dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk bisnis. Sebab bagi pengusaha, yang terpenting adalah stabilitas investasi.

“‎Ya bagi dunia usaha berharap kondusif untuk bisnis. Jadi, yang penting adalah stabilitas, terus tentu ada iklim bisnis yang membuat ekonomi kita bisa berkembang dan tumbuh dengan baik,” katanya.

Putra BJ Habibie ini menuturkan, jika iklim dunia usaha kondusif, maka dampaknya akan jauh lebih besar untuk masyarakat. Pemerataan ekonomi akan terjadi, sehingga masyarakat pun akan jauh lebih sejahtera.

“Bahwasanya hasil ekonomi itu bisa dinikmati sebanyak mungkin warga, semerata mungkin. Tiga itu aja stabilitas, pemerataan dan bisa dinikamti warga,” imbuh dia.

Sementara mengenai aksi unjuk rasa yang terjadi jelang Pilkada, Ilham mengakui bahwa hal tersebut dapat mengganggu iklim dunia usaha. Namun dia meyakini bahwa masyarakat DKI Jakarta sudah memiliki kematangan sikap, sehingga tak akan terpengaruh aksi-aksi tersebut.

“‎Pada dasarnya saya percaya warga kita khususnya di DKI itu sangat matang. Saya melihat itu sebagai entertainment. Biarlah kita tidak perlu dipengaruhi itu, kita kan punya pendapat sendiri. Kita lihat itu kita senyum, di mana-mana juga begitu kok,” tuturnya

Hal senada juga dilontarkan Ketua Umum Apindo, Suryadi Sasmita. Suryadi menekankan pentingnya dukungan pemimpin daerah dalam kegiatan bisnis para pengusaha. Keberlangsungan bisnis yang berkesinambungan akan menciptakan multiplier effect atau dampak yang besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.

“Bisnis yang berjalan baik bisa berkontribusi pada pembayaran pajak, penyerapan tenaga kerja, sehingga ujung-ujungnya pendapatan daerah bertambah dan rakyat sejahtera. Kotanya tambah maju, dan kemiskinan berkurang,” dia menjelaskan.

Dia menambahkan, pemimpin daerah juga harus mampu menciptakan iklim usaha yang sehat. Dengan begitu, aliran investasi, baik dari penanam modal asing maupun lokal, terus masuk.

“Kami tidak mau ada perusahaan hengkang lagi seperti di Batam, karena itu bahaya sekali,” Suryadi berharap.

Seperti diketahui putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang digelar Rabu kemarin, 18 April 2017 , pasangan nomor urut tiga Anis Baswedan dan Sandiaga Uno unggul dari Pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat berdasarkan hitung cepat atau Quick Count yang digelar sejumlah lembaga survey. Rata-rata angka hitung cepat yang dirilis lembaga survey menunjukan Anis-Sandi memperoleh suara hampir 60 persen, sedangkan Ahok-Djarot mengantongi suara dibawah 45 persen.

About the Author

Related Posts

Pariwisata di Sumatera Barat tercium hingga ke Eropa. Dampaknya ada minat dari sejumlah pengusaha...

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengeluarkan tindakan tegas kepada Royale VIP Bus....

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada sejumlah titik panas di beberapa...

Leave a Reply