Digelarnya Rakornas II Kepariwisataan 2017 dengan tema Indonesia Incorporated : 20.000 Homestay Desa Wisata Tahun 2017” yang berlangsung di Hotel Bidakara Kamis 18 Mei 2017. Kali ini dengan mengundang pembicara yang sudah malang melintang di dunia bisnis Indonesia yaitu Rhenald Kasali untuk memberikan masukan terkait tema Homestay yang diusung untuk Rakornas II.

Dengan pengalamannya di dunia bisnis yang sangat luas menjadi hal penting dan  menarik antusias peserta untuk mendapatkan pengetahuan dari Rhenald. Penjelasan tersebut adalah mengenai “Digital Distruption” yang berpengaruh di segala industri salah satunya adalah industri pariwisata.

Rhenald melihat bahwa perkembangan digital lifestyle yang sangat gencar dan kuat mendobrak industri-industri konvensional yang mau tidak mau harus berinovasi di dunia digital yang semakin kuat arusnya dan tidak bisa terbendung. Pariwisata juga kali ini semakin digital sehingga harus mampu melakukan sesuatu.

Oleh karenanya perkembangan digital lifestyle kali ini dibahas dengan memakai skema Digital Distruption. Istilah tersebut adalah dimaknai sebagai perubahan yang dipicu akibat Teknologi Digital dan Model Bisnis Digital sehingga mempengaruhi naik turunnya bisnis dari barang dan jasa yang saat ini sedang terjadi.

“Zaman sekarang sudah berubah. Tahun 2010 kita bicara soal transformasi, tahun 2015 kita omongin disruption, ada perubahan yang lebih dahsyat lagi. Tanpa disadari saat ini, banyak orang sudah kehilangan pekerjaannya, seperti teller di bank,” kata Rhenald.

Sekarang ini masyarakat lebih suka menggunakan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Dampak langsungnya adalah lebih efisien dan menekan biaya operasional cenderung sangat besar. Yang konvensional dan terus menggunakan cara lama, akhirnya akan tergusur. Bisnisnya lambat laun akan mati.

“Taxi konvensional misalnya. Operasionalnya begitu besar. Harus punya pool sendiri, punya sopir sendiri, gaji satpam banyak, beli tanah banyak. Bandingkan dengan yang saat ini, mereka tidak butuh itu semua. Mereka nggak repot. Yang diperlukan hanya gadget. Sekarang ini murah sekali cost-nya,” papar Rhenald.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengamini pernyataan tersebut dengan melihat pada redupnya taxi konvensional dan mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. ini.

“Seperti kasus di negeri kita, bisa kita lihat Blue Bird akhirnya bergabung dengan Gojek. Mereka tidak bisa menolak itu, digitalisasi adalah hal penting saat ini untuk mampu bersaing”, papar Arief.

”Pertarungan bisnis di era kinipun berubah drastis. Kata dia, pada abad 19 pertarungan yang terjadi adalah pertarungan antar bangsa. Pada abad 20 berubah menjadi pertarungan antar produk (jasa), korporasi/brand. Sementara pada era abad 21 ini, yang terjadi adalah pertarungan antar business model. Business Model saat ini harus diperkuat dan terus berkembang mengikuti zaman”,kata Rhenald.

Rhenald memperlihatkan video mengenai convenience store yang dikembangkan Amazon di luar negeri, bagaimana sebuah convenience store yang dilakukan secara digital dan hanya tersedia toko fisik tanpa karyawan yang bertatapan langsung dengan pembeli hanya dengan memakai tap yang dikembangkan melalui aplikasi di Amazon.

“Amazon business model. Dia tidak sama dengan supermarket lainnya dan terus berinovasi. Selain itu ada AirBnB adalah business model. Produk-produk destinasi dikolaborasikan dengan hotel dan tiket pesawat. Jadi kompetisi zaman sekarang adalalah business model,” paparnya.

Rhenald juga menjelaskan bahwa bagaimana dampak positif penggunaan Homestay sesuai pengalamannya adalah lebih mengenalkan budaya, bersifat kekeluargaan, memperlihatkan keaslian makanan, kenangan yang tidak terlupakan hingga gaya berpakaian bisa didapat melalui Homestay.

Untuk pengembangan Homestay, Rhenald mengakhiri presentasinya dengan mendorong anak muda untuk lebih diikutsertakan dalam pengembangan tidak hanya Homestay namun semuanya untuk mendorong Pariwisata.

“Saran saya, Kementerian Pariwisata merekrut lebih banyak anak muda. Karena mereka membawa masa depan dan lebih inovatif,” tukas Rhenald.

About the Author

Related Posts

Menteri Pariwisata (Menpar)  Arief Yahya mengakui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) jauh...

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya selalu menyebut keberhasilan pariwisata tidak pernah lepas...

Wisata bahari Indonesia terus dimantapkan. Infrastruktur dibangun. Regulasi pun ikut...

Leave a Reply