Ternyata koleksi mobil klasik tidak hanya menjadi hobi saja namun bisa digerakkan untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Salah satunya adalah Komunitas Volkswagen Cabrio Camat Magelang menggagas paket tur untuk mengelilingi kota, desa, dan sejumlah destinasi yang berada di Kota Magelang, seperti Candi Borobudur dengan menggunakan mobil produksi Jerman Barat Tersebut.

Ini merupakan atraksi baru bagi wisatawan bila ingin berkeliling kota (city tour) di Magelang dan Borobudur sembari merasakan sensasi mengelilingi dengan mobil klasik. Gagasan ini tentu membuat pariwisata di kota pegunungan ini semakin bergeliat.

Ketua Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah S. Thaib yang didampingi Person In Charge (PIC) Percepatan Borobudur yaitu Larasati Sedyaningsih, menjamin bahwa wisatawan akan mendapat pengalaman baru berkeliling Magelang dengan mobil klasik tersebut.

“Saat ini di Magelang ada sensasi wisata baru, yaitu Keliling Kota Magelang dan Candi Borobudur menggunakan Mobil VW Cabrio Camat. Sensasi yang menyenangkan bisa berkeliling destinasi sambil menikmati kuliner sepanjang perjalanan,” jelas Hiramsyah.

Larasati menjelaskan menggunakan VW Cabrio Camat untuk city tour akan sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan Magelang sebagai destinasi wisata indah, nyaman dan siap bersaing dengan destinasi wisata lain di Indonesia. Selain itu inovasi berkeliling Magelang dengan mobil VW ini dapat memperluas pasar pariwisata Magelang Raya menambah lama kunjungan dan tinggal di Magelang Raya serta menambah titik-titik destinasi pariwisata di area Magelang Raya.

Penggagas Komunitas VW Cabrio Camat Appolo menjelaskan bahwa VW Cabrio merupakan kendaraan operasional bagi para Camat di era zaman dahulu. Bahkan nama tersebut masih melekat hingga sekarang.

Appolo mengatakan komunitas ini bermula ketika dia bersama sekitar 10 rekan bekerjasama dengan sebuah hotel di Kota Magelang, dengan mmengenalkan program sekitar awal januari silam. Sejak saat itu, masyarakat Magelang mulai mengenal komunitas VW tersebut, sekaligus menggunaan jasa mereka yang bernamakan ‘Magelang City Tour Special with VW Cobrio Trip’.

Paket wisatanya adalah paket keliling kota Magelang dari Hotel Atria. Lalu ada paket wisata keliling desa dan destinasi menuju Candi Selogriyo, Candi Ngawen, Candi Borobudur dan lainnya.

“Selama berkeliling maksimal 20 menit, penumpang selalu kami ajak berhenti disebuah destinasi atau paling tidak, agar mereka bisa melihat hamparan sawah atau lokasi dengan pemandangan indah. Hal ini agar penumpang tidak jenuh.” Ujar Appolo

Durasi paket wisata tersebut sekitar 2-3 jam dengan harga dari Rp 450 ribu untuk tiga orang, di luar biaya penginapan.

“Kalau ditambah makan, snack dan menginap di Hotel Atria, harga kami jual mulai Rp 800 ribu,” promosi Apollo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi kreativitas anak muda Magelang dalam pengembangan industri pariwisata di Magelang.

“Pariwisata bisa menjadi sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), devisa dan lapangan kerja paling mudah dan murah. Pariwisata juga penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan atau sebesar 8,4 persen, secara nasional menempati urutan ke empat dari seluruh sektor industri. Pariwisata pencipta lapangan kerja termurah dengan US$ 5.000/satu pekerjaan, kalau dibanding rata-rata industri lain sebesar US$ 100.000/satu pekerjaan,” jelas Arief.

About the Author

Related Posts

Terdapat daya tarik baru di Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. Di bagian akses jalan menuju...

Lebaran semakin dekat dan sebagian orang memanfaatkan momentum lebaran untuk mudik ke kampung...

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kerinci, Jambi mengakui adanya infrastruktur beberapa objek...

Leave a Reply