Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia resmi dibuka Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Gelanggang Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, 10 Agustus 2017. Festival yang pertama digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 Agustus 2017.

Selain Darmin Nasution, pembukaan festival ini juga dihadiri Menteri LHK Siti Nurbaya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Berbagai potensi wisata dari Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dari seluruh Indonesia dipromosikan di festival ini, seperti Taman Nasional Bromo, Tengger, Ijen, Semeru, Labuhan Bajo, Toba dan yang lainnya. Mereka mendirikan tenda sebagai stand untuk mengoptimalkan promosinya kepada setiap pengunjung.

Selain itu, juga ada pertunjukaan budaya dari berbagai taman nasional  selama festival digelar. Selain tari gandrung dari Banyuwangi, juga ditampilkan tarian khas Suku Dayak Kenyah dari Kalimantan Utara. Menko Perekomonian Darmin Nasution menyatakan, potensi wisata alam di Indonesia, masih belum banyak dioptimalkan. Ia berharap festival ini sebagai ajang promosi untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

“Selama ini, kita punya wisata konservasi, tapi belum dikembangkan daya tariknya. Kegiatan ini harus bisa menjadi ajang promosi yang efektif,” kata Darmin.

Menko Perekomonian Darmin Nasution menyatakan, potensi wisata alam di Indonesia, masih belum banyak dioptimalkan. Ia berharap festival ini sebagai ajang promosi untuk mengoptimalkan potensi tersebut.”Selama ini, kita punya wisata konservasi, tapi belum dikembangkan daya tariknya. Kegiatan ini harus bisa menjadi ajang promosi yang efektif,” kata Darmin.

Darmin juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Banyuwangi karena dianggap daerah yang mampu mengembangkan potensi alamnya untuk destinasi pariwisata. “Saya sangat bangga pada Banyuwangi dan kreatifnya. Kalau kreatif aja tapi keberanian tidak ada tidak akan seperti,” pungkas Darmin.

Sementara itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekositem (KSDE) Kementerian LHK Ir Wiratno, menambahkan,festival ini sebagai puncak perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKNN), sekaligus sebagai ajang promosi dan pengembangan wisata Taman Nasional. Jika pengembangan wisata  Taman Nasional dapat hasil yang maksimal maka fungsi hutan juga akan memeliki nilai lebih. Karena dengan dibukanya destinasi wisata alam dapat mendukung tercapainya kunjungan wisata,” ujar Wiratno.

Menurut Wiratno dipilihnya Banyuwangi bukan tanpa alasan. Kabupaten yang terletak di timur pulau Jawa itu memiliki wisata alam yang menakjubkan belum lagi pemerintah daerahnya yang terus berkomitmen pada pengembangan wisata pada potensi sumber daya alam. “Ini bentuk apresiasi kami kepada Banyuwangi yang telah sukses mengembangkan wisata berbasis alam,” katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan tersebut. Saat ini, menurut Anas, Banyuwangi memang sedang gencar menggenjot sektor pariwisata. Selain dengan event budaya, juga wisata alam menjadi andalannya. Seperti pantai Plengkung yang ada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Sukomeda di TN Meru Betiri dan Kawah Ijen di Taman Wisata Alam Gunung Ijen.

“Kami sedang mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk kenyamanan wisatawan menuju tempat-tempat tersebut. Meski sempat terkendala regulasi, semoga dalam waktu dekat, seiring kedatangan Pak Menko dan Bu Menteri LHK ini, bisa segera ditemukan jalan keluarnya,” pungkas Anas.

 

 

 

 

About the Author

Related Posts

Luar biasa, prestasi yang diraih dua bandara PT Angkasa Pura  I ( Persero) yakni Bandara  I Gusti...

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  akan membangun jembatan yang menghubungkan...

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing 8 (KTT D8) ke-9 di...

Leave a Reply