Karantina Miss Coffee hari ini, Senin, 21 Agustus 2017 dimulai. Ada 38 finalis yang mengikuti kontes kecantikan dan wawasan ini. 38 finalis tersebut  merupakan para finalis Putri Pariwisata indonesia 2017. Ada beberapa kegiatan karantina, yang dijalani ke-38 finalis diantaranya mengikuti pembekalan di Palm Cafe, Central Park, Jakarta Barat.

Pembekalan diberikan oleh Founder  Coffee Class SURABAYA d’Excellen   Tri Yuli Kurniasih dan Ketua Coffee Lover Indonesia Jamil Musanif. Pembekalan pertama diberikan Tri Yuli Kurniasih. Dalam pembekalannya, Tri memperkenalkan lebih jauh tentang kopi Indonesia , mulai dari sejarahnya, jenisnya, perbedaanya, proses produksi pasca panen hingga rasa  yang dimiliki kopi.

“Selain teori, ada praktek caping. Dasarnya itu agar supaya para finalis Miss Coffee ini paham tidak hanya secara teori tau tentang perbedaan kopi, namun  juga harus tau perbedaan di baunya, perbedaan dirasanya,  kata Tri.

 

Tri berahrap Miss Coffee 2017 yang terpilih nanti dapat mempromosikan kopi Indonsia kepada dunia. “Harapan saya dari pemilihan Miss Coffee tahun ini tidak hanya dijadikan formalitas saja, tapi lebih memang benar-benar mereka paham, seperti mencitai kopi Indonesia. Mereka juga kan sebagai dutanya kopi Indonesia. Nah ini bisa menyuarakan potensi-potensi kopi Indonesia kepada dunia internasional,” ujar Tri. Praktek yang diberikan Tri, yakni para finalis mendapat kelas khusus dalam membuat dan meracik late coffee

Untuk pembekalan kedua diberikan oleh Ketua Coffee Lover Indonesia Jamil Musanit. Apa yang diberikan Jamil tak berbeda jauh dengan apa yang sampaikan Tri. Jamil mengapresiasi semangat dan keinginan kuat dari Finalis yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kopi Indonesia.

“Yang jelas mereka sangat antusias yah. Mungkin ini Ilmu baru buat merekah yah. Dan kopi juga sekarang lagi ngetrend juga yah  jadi kopi menarik untuk diangkat,” kata Jamil.

Jamil berharap Putri Pariwisata Indonesai 2017 terpilih harus gencar  mempromosikan kopi Indonesoa kepada dunia. “Yang pertama dia harus bisa  mempromosikan kopi-kopi kita yah, kopi-kopi Indonesia  yang banyak jenisnya kepada dunia. Dan yang kedua harus mendorong wira usaha,” kata Jamil.

Masa karantina para finalis Miss Coffee ini hanya berlangsung satu hari. Pada Selasa malam, 22 Agustus 2017, ke -38 finalis mulai menjalani Grand Final Miss Coffee 2017 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata. Pemilihan Miss Coffee tahun  ini merupakan hasil kerjasama dari Asosisasi Duta Indonesia bersama EL JOHN Pageants.

 

About the Author

Related Posts

Luar biasa, prestasi yang diraih dua bandara PT Angkasa Pura  I ( Persero) yakni Bandara  I Gusti...

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  akan membangun jembatan yang menghubungkan...

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing 8 (KTT D8) ke-9 di...

Leave a Reply