Pemerintah Indonesia menjadikan  Rusia sebagai  tempat  yang cocok untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Hal tersebut tentu ada alasannya,  yakni jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia kini  semakin meningkat dan terbukanya warga Rusia tehadap destinasi wisata dan kebudayaan di Indonesia.

Pada 4 sampai 6 Agustus 2017, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  sukses menggelar Festival Indonesia di  negeri beruang putih itu. Baru sekitar satu bulan menggelar event pariwisata, Kemenpar bersama para pelaku industry pariwisata Indonesia dan didukung KBRI Moskow kembali  menghadirkan Paviliun “Wonderful Indonesia” di  Pameran Pariwisata Internasional ke-39 “Otdykh Leisure” di Moskow pada 19 hingga 21 September 2017.

Para pengunjung sungguh menikmati tempat wisata yang ditawarkan  di paviliun Indonesia ini. Mereka pun tak putus menanyakan keunikan, keindahan  dan kemudahan mengunjungi tempat wisata di Indonesia. Ternyata bukan hanya informasi tentang tempat-tempat tujuan wisata, di Paviliun Indonesia ini, para pengunjung dapat mencicipi kopi khas nusantara  yang diracik para barista Indonesia. Penampilan tarian-tarian tradisional oleh para penari baik dari Indonesia maupun KBRI menambah semarak kehadiran paviliun  Indonesia.

“Saya sudah berencana berlibur ke Indonesia pada bulan Desember nanti selama satu bulan dan akan mengunjungi pulau-pulau di Indonesia,” kata Denis, salah seorang warga Rusia yang mengunjungi Paviliun Indonesia dan menanyakan Raja Ampat. seperti dalam keterangan KBRI Moskow, Jumat, 22 September 2017.

Kepala Bidang Promosi Pasar Eropa Kementerian Pariwisata RI, Maria Mayabubun menilai wisatawan Rusia memiliki potensi yang kuat untuk berkunjung ke Indonesia. Data Kemenpar menyebutkan pada periode Januari-Juli 2017 wisatawan Rusia ke Indonesia naik 57,16 persen menjadi 66.074 orang, dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara di dunia yang kemudian disusul Tiongkok sebesar 45,06 persen.

Karena itu dengan kehadiran Otdykh Leisure ini dapat meyakinkan warga Rusia bahwa Indoensia adalah pilihan tepat untuk berwisata. “Indonesia masih perlu melakukan promosi yang gencar, termasuk melalui misi penjualan ke sejumlah daerah di Rusia yang potensial, seperti St. Petersburg, Yekaterinburg, Novosibirsk dan Vladivostok,” kata Maria Mayabubun.

 

Otdykh Leisure diselenggarakan setiap tahun pada bulan September untuk menyambut liburan musim dingin di Rusia dan Eropa. Pameran kali ini diikuti 674 peserta dari 64 negara Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika. Potensi wisatawan Rusia yang dikenal sebagai big spender menjadi target utama negara-negara yang mengembangkan sektor pariwisata.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan besarnya potensi wisatawan Rusia belum sepenuhnya digarap optimal oleh Indonesia, seperti wilayah tengah dan timur jauh Rusia. Untuk itu, diperlukan kesinergian antara KBRI dan pelaku kepetingan di Indonesia, baik pemerintah maupun pelaku bisnis industri pariwisata. Berbagai konsep promosi terus dilakukan, termasuk melalui Festival Indonesia.

“Secara geografis wilayah tengah dan timur jauh Rusia lebih dekat ke Indonesia, dari pada wilayah Rusia bagian Eropa, sehingga tidak membutuhkan waktu tempuh lama jika ada penerbangan langsung atau charter flight,” ujar Duta Besar Wahid.

Duta Besar Wahid berharap Garuda dapat mempertimbangkan untuk terbang langsung ke Rusia karena tidak saja berdampak pada sektor pariwisata saja, tetapi juga perdagangan, arus barang dan jasa. Beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Vietnam dan Bangkok sudah memiliki penerbangan langsung ke Moskow atau beberapa kota besar lainnya di Rusia sehingga wisatawan Rusia mengalir ke negara-negara tersebut.

“Setiap kali berkunjung ke daerah-daerah, saya ditanya oleh orang Rusia kapan Garuda terbang langsung ke Rusia,” ujar Duta Besar Wahid.

Melihat potensi yang besar ini, tour operator “Coral Travel” akan melakukan penerbangan charter langsung dari Yekaterinburg ke Denpasar sebanyak tiga kali setiap bulan mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Mei 2018 dengan kapasitas 300 orang setiap penerbangannya. Sedangkan tour operator “Pegasus” akan melakukan 14-16 penerbangan charter langsung dari Moskow ke Denpasar selama periode 29 Desember sampai 30 Mei 2018 dengan kapasitas 400 orang setiap penerbangan.

 

About the Author

Related Posts

Luar biasa, prestasi yang diraih dua bandara PT Angkasa Pura  I ( Persero) yakni Bandara  I Gusti...

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  akan membangun jembatan yang menghubungkan...

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing 8 (KTT D8) ke-9 di...

Leave a Reply