Luar biasa efek yang dihasilkan dari  Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kota Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten. Di hari perdana digelarnya pameran dagang skala Internasional ke 32 ini sudah menghasil nilai kontrak dengan sejumlah negara. Nila kontrak itu dicapai melalui program  misi pembelian atau buying mission dengan total nilai mencapai USD 16 juta.

Misi pembelian ini didapat dari kerjasama antara tiga importir dari tiga negara dengan tiga eksportir Indonesia. Mereka adalah CV. Abad Jepara untuk ekspor produk furnitur senilai USD 1.000.000 ke Spanyol. Kemudian PT. Sinar Sosro untuk ekspor produk makanan dan minuman senilai USD 1.100.000 ke Singapura. Sedangkan PT. Sukamulia Mandiri Agung di sektor jasa perhotelan dan pariwisata senilai USD 13.965.483 ke Australia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda yang menyaksikan penandatangan kontrak misi pembelian tersebut mengatakan kerjasama ini merupakan progress yang baik untuk sektor eksport Indonesia.

“Kontrak misi pembelian di hari pertama ini masih akan terus meningkat hingga hari terakhir penyelenggaraan TEI 2017,” ujar Arlinda.

Program misi pembelian terus dilakukan Kementerian Perdagangan sebagai upaya peningkatan ekspor nasional. Misi pembelian merupakan salah satu skema kegiatan promosi yang disediakan Kementerian Perdagangan untuk membantu dunia usaha agar dapat melakukan kesepakatan dan atau transaksi dalam rangka ekspor. “Kami mengapresiasi kinerja para wakil perdagangan di luar negeri atas keberhasilannya membawa buyer yang nantinya dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional,” pungkas Arlinda.

panitia TEI telah menjadwalkan sekitar 33 penandatanganan kontrak dagang buying mission selama TEI berlangsung. Kontrak dagang berasal antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Australia, Thailand, India, Brasil, Inggris dan Amerika Serikat. Perkiraan total nilai kontrak dagang adalah sekitar USD 223,23 juta. Untuk penandatanganan hari pertama, kontrak dagang tercatat senilai USD 16,07 juta. Pada hari kedua, kontrak dagang membukukan nilai transaksi USD 154,82 juta. Sementara itu, pada hari ketiga perkiraan nilai kontrak sebesar USD 47,25 juta, dan pada hari keempat USD 5,10 juta.

About the Author

Related Posts

Luar biasa, prestasi yang diraih dua bandara PT Angkasa Pura  I ( Persero) yakni Bandara  I Gusti...

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  akan membangun jembatan yang menghubungkan...

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing 8 (KTT D8) ke-9 di...

Leave a Reply