Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya merasa bangga dengan prestasi yang diraih pariwisata Indonesia dibandingkan negara lain. Kebanggan itu disampaikan Menpar saat menjadi  pembicara kunci di seminar Go Digital Wonderful Indonesia, di Le Meredian Hotel, Jakarta, Senin, 13 November 2017.

Prestasi itu diantaranya  pertumbuhan pariwisata nasional yang mencapai 25,68 persen. Angka itu merupakan angka tertinggi dibandingkan ASEAN yang hanya mencapai 7 pesen. Dengan pertumbuhan signifikan tersebut,  Indonesia berhasil masuk 20 besar destinasi wisata dunia.

Yang menyenangkan pertumbuhan pariwisata Indonesia berhasil menyalip Thailand, Malaysia dan Singapura. Di kawasan ASEAN, tiga negara ini menjadi negara terkuat yang menjadi saingan Indonesia di sektor pariwisata. Menurut Menpar prestasi tersebut diraih dengan kerja keras  dari pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, komunitas dan media, serta strategi yang dibangun yakni Go digital. Go Digital menjadi salah satu strategi yang diterapkan untuk meningkatkan daya saing.

“Kenapa bisa naik?, karena salah satu strateginya sudah Go Digtial,” terang Menpar

Menurut menpar mau tidak mau seluruh aktivitas manusia akan menggunakan digital, hal itu terlihat dari perubahan  70 persen perilaku gaya gidup yang berubah dan memanfaatkan smartphone sebagai alat pencari dan share sangatlah berdampak terhadap sektor pariwisata.

“Impact digital media 4 kali lipat dibandingkan kita mempromosikannya secara konvensional,” ucapnya.

Kedepannya untuk terus dapat bersaing, diharapkan dukungan teknologi broadband di berbagai sektor industri dapat berkembang lebih baik lagi. Tidak terkecuali pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sementara itu,  Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah ikut menjadi pembicara dalam seminar ini mengatakan Telkomsel terus berkomitmen untuk mendukung pariwisata nasional. Saat ini, Telkomsel telah membangun layanan Untuk menunjang ekosistem broadband yang dapat dimanfaatkan oleh indstri pariwisata, Telkomsel telah membangun 152 ribu BTS dimana 103 ribu BTS merupakan BTS 3G/4G. selain itu, 753BTS diantaranya adalah BTS di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dan Perbatasan.

“Kebiasaan wisatawan sekarang ini adalah foto, video dan langsung upload apalagi anak muda. Sangat real time bila dibandingkan dengan orang yang lebih tua biasanya masih menunda. Bayangkan kalau tidak ada konektivitas,” kata Ririek.

Ia menjelaskan, turis zaman sekarang adalah membeli pengalaman dan membuat persepsi apa yang dialami ketika mengunjungi ke suatu daerah.

Komunitas, blog akan menampung foto, video yang di-upload. Dan kini hampir 92 persen orang sebelum mengunjungi destinasi tertentu akan mencari komentar orang di blog atau komunitas.

“Sebanyak 92 persen orang lebih percaya komentar orang daripada iklan,” ujarnya.

About the Author

Related Posts

Kementerian Keuangan telah membuka  kepada wajib pajak untuk dapat pengampunan pajak atau tax...

Direktur Operasional PT Angkasa Pura I (Persero), Wendo Asrul Rose ditunjuk sementara sebagai...

LAPAN Debate Competition kembali digelar LAPAN pada tanggal 21 – 22 November 2017 di Kantor LAPAN...

Leave a Reply