Kementerian Perdagangan (Kemendag) semakin memperketat pengawasan barang beredar untuk melindungi konsumen. Hari ini, Rabu, 6 Desember 2017, Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag  melakukan pengawasan barang beredar di pusat perbelanjaan ITC Cempaka Mas.Tujuan pengawasan ini adalah memastikan produk-produk telematika dan elektronika yang dijual ke konsumen telah memiliki buku petunjuk penggunaan dan kartu garansi.

Pengawasan barangberedar dilakukan terhadap produk telematika dan elektronikaseperti laptop, kamera, dan telepon genggam.

“Pengawasan barang beredar di pasar yang dilakukan Kemendag merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen secara berkesinambungan,” kata irektur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag Wahyu Widayat dalam siaran persnya yang diterima Redaksi EL JOHN News.

Sesuai dengan Permendag Nomor 19/M-DAG/PER/5/2009 tentang Tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan
(manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna Jual Dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk Telematika dan Elektronika,produk-produk yang termasuk dalam kategori tersebut wajib didaftarkan dan dilengkapi dengan petunjuk  penggunaan dan kartu jaminan (garansi) dalam Bahasa Indonesia.

 

Hasil Pengawasan Tahun 2017

Pada tahun 2017, Kemendag telah mengidentifikasi 47 pelanggaran Standar Nasional Indonesia (SNI), 58 pelanggaran MKG, dan 66 pelanggaran pencantuman label dalam Bahasa Indonesia.

“Hasil pengawasan terhadap produk telematika dan elektronika yang wajib dilengkapi manual dan kartu garansi (MKG) tahun 2017 menunjukkan sekitar 70% barang yang beredar telah memenuhi ketentuan,” tegas Wahyu.

Menurut Wahyu, sekitar 30% dari 582 produk tidak memenuhi ketentuan, dan 14 di antaranya masih dalam proses uji laboratorium untuk melihatterpenuhi atau tidaknyapersyaratanmutu produk-produk tersebutterhadap SNI.Sebagai tindaklanjut atas hasil pengawasan tersebut,Kemendag telah menegur pelaku usaha yang masih memperdagangkan barang yang belum memenuhi ketentuan.Pelaku usaha diminta melakukan penarikan barang sendiri.

“Kemendag mengapresiasi pelaku usaha yang telah memperdagangkan barang sesuai dengan ketentuan.Apresiasi juga diberikan kepada pelaku usaha yang dengan kesadarannya menarik barang yang tidak sesuai untuk diperbaiki sesuai ketentuan,”jelasnya.

Wahyu berharap pelaku usaha dapat semakin memahami dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, di masa depan tidak ada lagi barang beredar yang tidak sesuai dengan ketentuan.

About the Author

Related Posts

Mendukung pengembangan industri pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata meluncurkan Wonderful...

Sudah tidak diragukan bahwa isu ekonomi menjadi salah satu prioritas penting dalam hubungan luar...

Central Park dan Neo Soho akan memanjakan para pengunjungnya dengan berbagai acara menarik  yang...

Leave a Reply