CultureTravel

7 Tandu Raksasa Siap Meriahkan Festival Cheng Ho 2019

Festival Cheng Ho 2019 dipastikan spektakuler. Pasalnya, tujuh joli atau tandu raksasa sudah stand by di Klenteng Tay Kak Sie, lokasi start Festival Cheng Ho 2019. Semuanya siap diarak 2 ribu peserta, Minggu (4/8/2019).

“Persiapan di Klenteng Klenteng Tay Kak Sie rampung Jumat malam (2/8/2019). Ada tujuh Joli atau tandu yang telah kita siapkan,” terang Ketua Sindoro, Sabtu (4/8/2019).

Sejak Jumat malam (2/8/2019), Kelenteng Tay Kak Sie memang terlihat sangat siap. Ornamen berwarna merah terlihat dominan. Lilin besar ukuran 3 meter terlihat menyambut setiap tamu. Tak hanya etnis Tionghoa, muslim pun disambut hangat di kelenteng ini. Kesan yang terasa, toleransi antar umat beragama sangat dijunjung tinggi.

“Ada makna damai dalam perayaan Cheng Ho. Simbolnya penyalaan lilin raksasa di Kelenteng Kay Tak Sie. Nyala api lilin itu terus menerangi warga Kota Semarang agar tetap damai, sejahtera, dan hidup rukun,” tambahnya.

Harapan yang sama dilontarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dia menilai, misi Laksamana Cheng Ho membawa kedamaian dalam muhibahnya ke negara lain.

“Misi itu tidak ada pemaksaan, apalagi peperangan. Inj mengartikan bahwa di mana pun kedamaian selalu membawa kebahagiaan hidup,” tutur Ganjar.

Walikota Semarang Hendar Priadi juga seirama. Dia menilai, kirab ke Kelenteng Sam Poo Kong itu juga berarti prosesi pembebasan kesewenangan. Konon ketika itu, Simongan dalam kekuasaan seorang kaya keturunan Yahudi yang menarik biaya tinggi bagi peziarah. Praktik ini menyulitkan warga Tionghoa untuk datang bersembahyang.

”Untuk mengatasinya, dibuatlah duplikat patung Cheng Ho yang ditaruh di Kelenteng Tay Kak Sie. Supaya dapat berkahnya, duplikat patung itu setiap tahun dibawa ke Sam Poo Kong, terus balik lagi ke Tay Kak Sie,” kata Walikota Hendar. (Sumber GenPI)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close