1903829-fsi-mampu-dorong-pertumbuhan-usaha-pelaku-kuliner

Food Startup Indonesia (FSI) telah mampu mendorong meningkatkan bisnis pelaku kuliner Tanah Air, salah satunya adalah Ladang Lima yang merupakan pemenang kedua FSI 2017.

Founder Ladang Lima, Raka Bagus, mengungkapkan setelah mengikuti FSI, omzet yang dimiliki naik hampir tiga kali lipat dari sebelumnya. Dia menjelaskan pada 2017, omset yang dimiliki sekitar Rp3,5 miliar tapi hingga akhir tahun lalu naik menjadi Rp8,5 miliar. Bahkan usaha kuliner dengan bahan baku utama tepung singkong ini telah mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Jenis produk yang awalnya hanya enam telah berkembang menjadi 24 produk.

“FSI memberi peluang besar bagi pelaku kuliner untuk belajar dan membangun jaringan. Harapannya program ini dapat membuat pelaku usaha semakin kompetitif dan tidak timbul tenggelam,” ungkap Raka di Aryaduta Hotel Bandung, Kamis (14/3/2019).

Dia mengungkapkan selain modal, permasalahan lain bagi pelaku kreatif adalah pemasaran dan distribusi. Oleh karena itu, program Kreatifood dan Kreatifood X yang diperuntukan bagi peserta Demoday FSI sangat membantu pelaku usaha kuliner. Hal ini karena dua program tersebut membantu membuka peluang pasar baru baik di dalam maupun luar negeri. Apalagi pada 2018, Ladang Lima juga mendapat kesempatan untuk tampil di Food Hotel Asia Singapore.

“Untuk menjadi pengusaha yang sukses, harus mengubah mindset dan berelasi dengan pelaku usaha yang ada di tingkat lebih atas karena kalau hanya menjalin hubungan dengan pelaku usaha yang satu level, masalah yang akan ditemui sama dan tidak memberi wacana dan pengetahuan baru,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pelaku kuliner yang lolos menjadi peserta FSI harus mampu mengambil peluang yang ada karena akan bertemu dengan investor, distributor, buyer, maupun pengusaha lain yang lebih berpengalaman.

Co-founder Food Lab, Yustinus Agung, mengungkapkan pelaku usaha yang diajak untuk mengikuti Kreatifood maupun Kreatifood X adalah peserta yang lolos FSI karena telah terverifikasi terutama untuk kapasitas produksi. Hal ini karena kegiatan tersebut menghadirkan ribuan buyer sehingga jangan sampai setelah akses pasar dibuka, pelaku usaha tidak mampu memenuhi permintaan.

Direktur Akses Non Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Syaifullah, menjelaskan Kreatifood yang akan digelar sebelum Demoday FSI di Surabaya nantinya akan diikuti 200 peserta dengan 50 peserta adalah yang lolos FSI 2019. Sedangkan 150 peserta lainnya berasal dari alumni FSI dan juga startup kuliner yang dinilai layak ekspor.

Sementara itu, sosialisasi FSI di Bandung mendapat sambutan sangat positif dari pelaku kuliner di Jawa Barat karena terdapat 700 pelaku kuliner yang mendaftar untuk menjadi peserta. Peserta yang datang tersebut pun tak hanya dari Bandung tapi juga Sabang, Indramayu, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *