BBKSDA Riau Akan Gelar Operasi Gabungan Bersihkan Jerat Harimau

0
2682718830

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau  akan menggelar operasi gabungan untuk membersihkan jerat kawat baja di hutan restorasi ekosistem Riau. Upaya itu dilakukan menyusul telah terjadinya seekor harimau yang terjerat kawat baja di kawasan itu, beberapa waktu lalu. Bahkan bukan hanya harimau, petugas juga ikut terjerat kawat baja tersebut.

Jerat kawat baja itu, disinyalir dipasang para pemburu dan diperkirakan jumlahnya lebih dari satu. Karena itu, pembersihan jerat  harus dilakukan, karena dikhawatirkan akan mengancam keselamatan hewan maupun petugas di kawasan restorasi ini.

“Kami akan melakukan operasi gabungan untuk membersihkan jerat, karena ada banyak jerat yang ditemukan. Sudah pasti itu jerat pemburu,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, Kamis (28/3/2019).

Operasi gabungan ini akan melibatkan tim dari  PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN). Pasalnya  pengelolaan kawasan restorasi ekosistem Riau (RER) berada di tangan GCN. Perusahaan ini, mengantongi izin restorasi ekosistem dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kawasan Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, sejak 2012 seluas 20.265 hektare.

Suharyono menjelaskan, kawasan RER merupakan hutan sekunder yang diperuntukan bukan untuk ditebang, melainkan dikembalikan lagi menjadi hutan alam.

Sementara itu, Direktur External Affairs RER Nyoman Iswarayoga mengatakan ini adalah kasus pertama ada harimau terjerat di kawasan itu.

Ia menyambut baik penanganan lebih lanjut untuk membersihkan kawasan dari pemburu harimau. Nyoman mengatakan lokasi kejadian berada di ujung timur konsesi GCN.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang penjaga hutan nyaris menjadi santapan seekor harimau Sumatera liar saat sama-sama terperangkap jerat yang dipasang pemburu di kawasan RER yang di kelola PT GCN, Provinsi Riau.

Beruntung, keduanya bisa diselamatkan, dan penjaga hutan tersebut tidak sampai menjadi santapan harimau yang kelaparan karena berhari-hari kakinya terjerat kawat baja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *