Kucumbu Tubuh Indahku, Kisah Perjuangan Hidup Seorang Penari Lengger
Nama besar sosok Garin Nugroho sepertinya tidak lepas dengan predikat sebagai sutradara handal. Film yang ia angkat kelayar bioskop merpresentasikan pergolakan hidup kaum kelas bawah, yang selalu dipandang lemah.
Dari tangan dinginnya banyak menghadirkan film yang berkualitas dan bermutu, yang mendapatkan banyak penghargaan diajang perfilman nasional dan international.
Senin (15/4/2019) bertempat di XXI Plaza Indonesia, film keempat dari rumah produksi independen Fourcolours Films yang berlokasi di Yogyakarta “Kucumbu Tubuh Indahku” hadir menyapa penonton khusus, dalam press screening dan gala premiere.
Turut hadir cast dan crew seperti, Muhammad Khan (Juno Remaja), Raditya Evandra (Juno Kecil), Rianto (Juno Dewasa), Randy Panggalila, Teuku Rifnu Wikana, produser Ifa Isfansyah dan tentunya sang sutradara Garin Nugroho.
Kucumbu Tubuh Indahku mengisahkan perjalanan hidup Juno (Raditya Evandra) sejak kecil hingga dewasa. Ia menjadi penari di sebuah desa di Jawa, yang terkenal sebagai desa penari lengger lanang, sebuah tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki. Kehidupan Juno kecil adalah kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya. Perjalanan hidupnya selanjutnya adalah perjalanan penuh trauma kekerasan tubuh. Trauma kekerasan politk yang dialami ayahnya menjadikan Juno hidup sendiri. Kehidupan masa kecil Juno serba sendiri di desa miskin menjadikan dirinya menjadi ibu dan bapak bagi kehidupannya.
Juno melihat banyak kekerasan yang muncul di sekitarnya. Trauma pertama terhadap kekerasan dialami ketika masuk dalam group tari lengger di desanya. Kekerasan menjadikan tubuhnya harus berpindah dari satu desa ke desa lain. Perpindahan yang menjadikan Juno bertemu banyak sosok manusia, dari petinju (Randy Panglila) hingga maestro penari Reog. Perpindahan ini menjadikan tubuhnya mengalami beragam trauma kekerasan, dari trauma sosial hingga trauma kekerasan politik. Sebuah perjalanan tubuh yang membawanya menemukan keindahan tubuhnya.
Sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, Garin Nugroho terinspirasi atas kisah hidup Rianto, seorang penari lengger dan koreografer ternama.
“Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma sendiri. Seorang penari lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan sisi feminin dalam pergolakan tubuh yang sangat menantang” ujar Garin.
Sementara itu Muhammad Khan pemeran Juno remaja, mengakui dengan jujur ini adalah film pertamanya yang sangat menantang.
“Delapan tahun saya mendalami limu bela diri silat, membuat tubuh saya banyak bergerak dan fleksibel, tapi difilm ini saya banyak belajar ilmu tari, mengasah rasa dan memasukannya kedalam tubuh, dan ini adalah pengalaman baru yang dapat mengasah kemampuan saya sebagai aktor” ujarnya sambil.tersenyum.
Film Kucumbu Tubuh Indahku juga dibintangi finalis Puteri Indonesia 2019, Anja Ariella asal Yogyakarta, namun sayang saat press screening dan gala premiere, beliau tidak hadir.
Kucumbu Tubuh Indahku banyak mendapatkan penghargaan diajang perfilman luar negeri dan dalam negeri, seperti ‘Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic, Italia 2018. Best Film, Festival Des 3 Continents, Perancis 2018. Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO, Asia Pasific Screen Awards, Australia 2018. Film Pilihan Tempo dan Sutaradara Pilihan Tempo, Festival Film Tempo 2018. Jury Prize at Guadalaraja Internatiomal Film Festival 2019, Mexico. Dan Kucumbu Tubuh Indahku akan tayang serentak diseluruh bioskop tanah air 18 April 2019.
