Pemda Didorong Implementasikan Rindekraf

0
1905139-pemda-didorong-implementasikan-rindekraf

Pemerintah daerah (pemda) diharapkan dapat melakukan sinkronisasi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif 2018-2025 (Rindekraf) dengan menyusun road map dan rencana aksi. Hal ini sebagai upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif di daerah sehingga mendukung tercapainya visi Indonesia menjadi pelaku ekonomi kreatif dunia pada 2030.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, menyampaikan Rindekraf merupakan pedoman bagi pemerintah pusat, pemda provinsi, dan pemda kab/kota dalam melaksanakan urusan pengembangan ekonomi kreatif nasional. Melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan dengan 25 pemda pada Jumat (24/5/2019) diharapkan menjadi langkah awal bagi seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi menguatkan ekosistem ekonomi kreatif sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekraf.

“Kami berharap stakeholders agar dalam mendesain program ekrafnya dapat melihat perpektif pasar global karena pengembangan ekraf pada akhirnya berorientasi juga pada pasar internasional. Selain itu, pengembangan kapasitas pelaku ekraf dapat pula memanfaatkan mekanisme kerja sama internasional,” ungkap Triawan dalam siaran pers yang diterima Redaksi El John News, Kamis (30/5/2019)

Apalagi ekraf di Indonesia turut ditargetkan menjadi salah satu kekuatan ekraf dunia. Hal ini seiring dengan meningkatnya kontribusi ekraf terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pada 2016, kontribusi ekraf terhadap perekonomian nasional sebesar 7,44% dan diproyeksikan terus meningkat.

Dari sisi nilai, PDB ekraf diproyeksi telah melampauai Rp1.000 triliun pada 2017 dan mendekati Rp1.102 triliun pada 2018. Oleh karena itu, melalui Bekraf, pemerintah terus berupaya memberikan inovasi serta menaruh perhatian lebih terhadap sektor ini dengan tujuan untuk menggali potensi dan memaksimalkan peluang sekaligus mengatasi tantangan ekraf yang ada.

Hingga saat ini, Bekraf fokus mengembangkan enam program yang terbagi dalam dua program besar, yakni program unggulan yang terdiri atas kuliner, fesyen, dan kriya serta program prioritas yang terdiri atas musik, aplikasi & game developer, dan film, animasi & video.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar, mengaku siap mendukung implementasi Rindekraf yang disesuaikan dengan RPJMD Riau yang saat ini sedang disusun. Dia mengaku dukungan yang diberikan Bekraf banyak membantu daerah, salah satunya adalah program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) yang dilaksanakan di Siak pada tahun lalu.

Selain itu, pihaknya juga mendorong berdirinya Komisi Film Daerah (KFD) di Provinsi Riau. Sebelumnya KFD sudah terbentuk di Siak dan telah memberi dampak postif dalam pengembangan film lokal. Film pendek dengan latar belakang Siak juga tampil di Viu dan beberapa sineas dari Jakarta melakukan survey lokasi ke Siak.

Lebih lanjut, Syamsuar mengatakan Riau dipilih menjadi salah satu destinasi wisata halal. Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang mengembangkan wisata halal dan menggalakkan industri kreatif halal. “Melalui kerja sama ini, kami berharap ada keseimbangan antara pembangunan wisata halal dan industri produk halal untuk mendukung pengembangan pariwisata di Riau,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *