Optimalkan Bisnis Kargo, Garuda Indonesia Akan Tambah 5 Pesawat
Melihat kebutuhan masyarakat akan logistik semakin meningkat, PT Garuda Indonesia, Tbk berencana akan menambah pesawat freighter atau pesawat angkut kargo di tahun 2020.Tidak tanggung-tanggung, jumlah pesawat yang dipesan sebanyak 5 pesawat.
Rencana Garuda Indonesia menambah pesawat angkut kargo disampaikan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha, PT. Garuda Indonesia, Tbk Mohammad Iqbal, saat menjadi nara sumber dalam program Indonesia Aviation Forum (IAF) yang ditayangkan di EL JOHN TV. Program ini, dipandu oleh pakar penerbangan Arista Atmadjati sebagai host dan Finalis Miss Earth Indonesia 2014 yakni Shera Fanesha sebagai co host.
Mantan Direktur Komersial dan Operasioanl Pelindo III ini, menjelaskan saat ini pesawat angkut kargo yang dimiliki Garuda Indonesia baru tiga unit. Dengan ditambahkan 5 unit lagi, pada tahun depan, maka total yang dimiliki Garuda sebanyak 8 unit pesawat.
“Saat ini, kita operasikan dulu tiga bekerjasama dengan patner, nah tahun depan kita akan operasikan delapan. Jadi kita tambah 738 ada dua, kita sudah desain kontrak, itu Juni akan datang. Kemudian A330, yang isi 60 ton itu juga akan datang bulan Oktober. Yang A330 itu konversi dari pesawat penumpang,” kata Iqbal.
Tahun 2024, Garuda Indonesia Targetkan Miliki 30 Pesawat Kargo
Menurut Iqbal, tidak hanya menambah 5 unit pesawat saja, namun Garuda Indonesia menargetkan pada tahun 2024 mendatang, memiliki 30 unit pesawat angkut kargo. Dengan pesawat sebanyak itu, kedepan bisnis kargo yang dijalani Garuda tidak hanya sebatas domestik, namun hingga ke luar negeri.
“Yang A330 itu bisa sampai ke Amerika Serika, karena banyak sekali barang-barang itu, terutama textil, produk textil itu ke Amerika. Kemudian juga ke Jepang, untuk marine product, tuna yah. Kemudian ke China itu, ikan untuk dimakan di restoran, dibawa secara hidup dibawa ke restoran itu dalam waktu 14 jam setelah ditangkap, maka harus pakai pesawat,” ungkap Iqbal.
Tidak hanya pesawat, untuk mengoptimalkan bisnis kargo, Garuda Indonesia juga akan mengupgrade gudang kargo yang dapat menampung lebih banyak lagi logistik konsumen.
“Gudangnya kita kembangkannya namanya cargo village di Cengkarang. Cargo Village itu akan kita bangun yang modern sekaligus sebagai pusat distribusi e-commerce secara regional bukan hanya nasional. Di situ kurang lebih bisa menampung 4 jut ton barang selama setahun,” ujarnya.
Aplikasi “Tauberes” Dapat Menyasar 60 Ribu Titik Pengiriman
Selain itu, Garuda Indonesia kini sudah punya aplikasi digital ‘Tauberes’ yang merupakan platform pertama di Indonesia yang menghubungkan agen pengiriman barang dengan masyarakat sebagai pengguna. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengirimkan barangnya dalam waktu singkat dan harga bersaing.
Aplikasi yang resmi diluncurkan pada 11 September 2019 ini, merupakan hasil kolaborasi antara Garuda dengan pelaku usaha logistik lainnya, sehingga aplikasi ini dapat dipergunakan oleh siapa saja. Aplikasi ini, dapat melayani 60 ribu titik pengiriman di seluruh nusantara.
“Tau beres itu adalah infrastruktur digital kita, yang merupakan network collaboration antara Garuda, semua airlines dengan seluruh pemain logistik yang ada, sehingga semua bisa pakai itu. Ke depan cita-citanya adalah kita bisa menghubungkan nusantara dalam 24 jam. Ke depan kita harapkan juga punya 60 ribu titik pengiriman dengan tau beres ini, ini adalah gabungan. Kalau andalkan JNT, JNE dia hanya 6.000 titik. Kalau kita rangkul semua, kita kerja sama kita bisa 60 ribu titik bisa kita hubungkan semua dengan cepat,” tutur Iqbal.
