Event Internasional Serindit Boat Race 2019 kembali Digelar di Kabupaten Siak, Riau
Event internasional Serindit Boat Race 2019 kembali digelar di Kabupaten Siak, Riau. Lomba pacu sampan tahun ketiga ini diikuti 45 tim, lima di antaranya berasal dari Malaysia dan Brunei Darussalam. lomba ini direncakan akan berlangsung selama 3hari 45 tim yang berasal berbagai daerah di Indonesia, malaysia dan Brunei Darussalam ini akan mengadu kecepatan sampan sepanjang 9 meter yang terisi 12 peserta setiap tim dengan total jarak 500 meter.
Pemerintah provinsi riau berharap event ini bisa memancing wisatawan mancanegara maupun lokal dan juga bisa menjadi destinasi wisata sehingga bisa meninggkatkan perekonomian masyarakat Event internasional Serindit Boat Race rencananya akan terus digelar setiap tahunnya dan sudah masuk calender pengerus besar persatuan olahraga dayung seluruh Indonesia atau POSI, selain mencari poin di Internasional tim ini juga akan merebutkan uang total Rp.178 Juta juara umum mendapatkan 60juta.
“Hari ini Siak International Serindit Boat Race 2019 babak penyisihan, masing-masing tim akan bersaing ketat untuk masuk ke babak berikutnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Siak Fauzi Asni.
Fauzi menjelaskan, dari 45 tim Siak International Serindit Boat Race 2019 tersebut terdiri dari 630 atlet, siak International Serindit Boat Race 2019 ini sudah digelar sejak 2017 lalu, sebagai sport tourism di Kabupaten Siak.
“Tujuannya mengembalikan khasanah kebudayaan masyarakat Melayu dalam bingkai kompetisi dayung. Namanya diambil Serindit karena serindit merupakan jenis burung yang hidup di alam Riau hingga saat ini,” kata dia.
Event ketiga ini dibuka oleh Sekdakab Siak Tengku Said Hamzah, Kamis (14/11/2019) malam di Lapangan Siak Bermadah, pembukaan dihadiri Plt Kepala Dinas Pariwisata Riau Yose Rizal Zein.
“Secara internasional dikenal dragon boat race. Siak menyebutnya serindit karena burung khas Riau yang masih hidup di Riau hingga kini,” kata dia.
Yose Rizal mengatakan, sampan sudah menjadi transportasi sejak zaman dulu oleh masyarakat Riau, karena daerah Riau ini dilintasi banyak sungai, tradisi itu kini dikembangkan menjadi ajang berkompetisi.
“SISBR ini menjadi sport toursm yang cukup membanggakan bagi Provinsi Riau. Bahwa olahraga air semestinya menjadi tuan rumah di Provinsi Riau. Ada 4 sungai besar dan 600 lebih sungai kecil yang berada di Riau ini. Jadi warga lokal sudah sejak dahulu menggunakan sampan sebagai moda transportasi,” kata dia.
Provinsi Riau mendukung penuh SISBR dilanjutkan sebagai ajang untuk olahraga dayung di Siak, selain menunjang pariwisata, juga dapat melahirkan atlet dayung dari Siak
