Kemenparekraf Akan Garap Langsung Event Yang Berpotensi Kembangkan Pariwisata
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kini memiliki terobosan baru untuk menjadikan event pariwisata yang digelar di berbagai daerah sebagai mega event nasional. Terobosan itu yakni Kemenparekraf akan terjun langsung untuk memproduksi event-event yang masuk ke dalam 100 event calendar of event (CoE).
Terbosan ini, disampaikan Asisten Deputi (Asdep) Strategi Komunikasi (Strakom) Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Haryanto dalam diskusi bersama wartawan pariwisata yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Wedangan Lawang Djoendjing, Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Senin Malam (18/11/2019).
Diskusi tema ‘Spirit Joglosemar Menuju Wisata Kelas Dunia’ ini merupakan acara pembuka kegiatan famtrip Forwapar ke destinasi super prioritas sekitar Borobudur yakni Solo, Boyolali, dan Klaten, Jawa Tengah. Selain Haryanto, diskusi ini juga menghadirkan pembicara yakni Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Solo Heri Purwoko.
Haryanto menjelaskan, mengakselerasikan mega event nasional, merupakan bagian dari program Kemenparekraf yakni 5 quick win di 5 destinasi super prioritas Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.
Menurut Haryanto, Borobudur Marathon merupakan salah satu event pariwisata yang pembuatan eventnya akan digarap langsung oleh Kemenparekraf.
“Bayangkan sekarang ada 35 negara. Nah kalau dulu kebijakan Kementerian Pariwisata kan ada prioritas masing-masing ya. Di era kemarin itu, lebih kita suport ke promosinya, marketingnya sekarang sudah boleh dan bahkan akan masuk ke create event. Jadi kita bisa suport produksinya dan event yang potensi besar termasuk sekelas Borobudur Marathon itu,” kata Haryanto.
Haryanto menjelaskan, untuk menetapkan event mana saja yang akan dijadikan Mega Event Nasional, Kemenparekraf akan menyaring event pariwisata yang masuk 100 Calendar of Event (CoE). Event yang memiliki potensi kuat untuk pengembangan pariwisatanya akan menjadi salah satu syarat untuk menjadi event tersebut sebagai Mega Event Nasional.
“Jadi dari 100 Calender of Event yang ada sekarang, Pak Menteri ingin yang sudah berkembang dan berjalan bagus di seluruh daerah, di seluruh Indonesia dipertahankan tetapi akan pilih beberapa event penting yang harus menjadi kelas dunia ditingkatkan kualitasnya,” ujar Haryanto.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, dengan sentuhan kreativitas yang tinggi dan profesional, Borobudur Marathon yang masuk dalam Top 100 National Calendar of Event ini ke depan diharapkan bisa menjadi event marathon terbaik dunia.
“Sentuhan kreatif antara lain berupa dukungan media internasional yang kuat serta ekosistem pariwisata terutama dari kalangan dunia usaha serta masyarakat sekitar yang memadai, Borobudur Marathon akan menjadi yang terbaik di dunia,” kata Ganjar
Menurut Ganjar, dengan sentuhan kreativitas yang tinggi dan profesional, Borobudur Marathon yang masuk dalam Top 100 National Calendar of Event ini ke depan diharapkan bisa menjadi event marathon terbaik dunia.
“Sentuhan kreatif antara lain berupa dukungan media internasional yang kuat serta ekosistem pariwisata terutama dari kalangan dunia usaha serta masyarakat sekitar yang memadai, Borobudur Marathon akan menjadi yang terbaik di dunia,” ujar orang nomer satu di Jawa Tengah ini.
