Jumlah Wisatawan ke Sleman Pada 2019 Penuhi Target
Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, ternyata, bagi Sleman, bukan menjadi momen untuk mendulang jumlah wisatawan. Justru liburan di saat akhir tahun itu, jumlah wisatawan ke Sleman mengalami penurunan.
Namun itu bukan menjadi kendala bagi Sleman, pasalnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman, sepanjang tahun 2019 sudah melampaui target.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih membenarkan hal tersebut. Sudarningsih menyebut, berdasarkan data yang himpun pihaknya, selama tahun 2019, jumlah wisatawan yang datang ke Sleman mencapai 10,1 juta orang. Angka ini melebihi angka yang ditargetkan yakni 10 juta kunjungan wisatawan.
Untuk November 2019 saja, jumlah wisatawan sudah mendekati target yakni di angka 9,4 juta kunjungan. Artinya, selama Desember terdapat penambahan sekitar 700 ribu kunjungan wisatawan ke Sleman, di mana sekitar 80% merupakan kunjungan wisatawan Nataru.
“Menjelang natal jumlah wisatawan memang tinggi. Hal ini karena natal jatuh pada tengah Minggu. Waktu yang bersamaan dengan liburan sekolah juga dimanfaatkan keluarga untuk berlibur akhir tahun,” jelasnya.
Bukan hanya kunjungan, namun pendapat restribusi daerah di sektor pariwisata sepanjang tahun 2019 juga melebihi dari target. Target restribusi untuk 2019 sebesar Rp5,82 miliar, kenyataannya restribusi yang didapat mencapai Rp 6,11 miliar (104%).
Sedangkan target PAD dari Kaliurang sendiri pada tahun 2019 sebesar Rp 2,5 miliar, dan terealisasi sebesar Rp 2,84 miliar (112%).
“Dari jumlah kunjungan wisatawan ke Kaliurang memang ada penurunan, tetapi secara target pendapatan retribusi selama 2019 melebihi target,” paparnya.
Dispar akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana pariwisata dengan anggaran APBD dan DAK.
Selain itu juga akan meningkatkan dan menyediakan fasilitas sebagai atraksi wisata dan penunjang pariwisata.
“Kami akan perbaiki fasilitas di Kaliurang, membangun menara pandang, pembuatan fasilitas toilet dan parkir, penataan landscape, dan juga menambah atraksi wisata berupa pentas seni dan event di destinasi wisata,” urainya.
