Soal Moda Transportasi LRT Bandung Raya, Pemkot Cimahi Masih Menunggu Kepastian
Pemprov Jabar masih membahas mengenai kepastian jenis transportasi massal untuk diterapkan di wilayah Bandung Raya termasuk di Kota Cimahi.
Informasi terbaru, World Bank bakal melakukan studi khusus soal transportasi yang sesuai untuk kawasan Bandung Raya. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan Fisik Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi Febri Widyatmoko, Minggu (19/1/2020).
“Dari hasil rapat terakhir bersama Pemprov Jabar, World Bank melirik untuk melakukan studi moda transportasi massal mana yang cocok. Wacana selama ini kan Monorail, Cable Car, LRT. macam-macam,” ujarnya.
Menurut Febri, kemungkinan hasil studi dari World Bank nanti tidak akan merubah rencana sebelumnya yang sudah dibahas bersama Pemprov Jabar.
“Sepertinya tidak akan merubah monorial/LRT karena sudah dilakukan lewat studi juga, tapi lebih memastikan apa yang lebih cocok. Studi banyak sekali dari provinsi, dari World Bank akan memberikan rekomendasi,” jelasnya.
Transportasi massal seperti LRT sudah menjadi wacana cukup lama untuk diterapkan Bandung Raya. Salah satunya menunjang keberadaan trayek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Ia menjelaskan untuk mendukung kebijakan Pemprov Jabar, Pemkot Cimahi sudah memasukkan trase transportasi massal tersebut ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cimahi yang saat ini tengah direvisi.
“Pemkot Cimahi mendukung kebijakan Pemprov. Jabar. Ada 5 titik yang akan kita akomodir revisi RTRW. Titik-titik sudah ditetapkan, kita harus mendukung apalagi Cimahi bakal terlintasi sehingga masyarakat bisa menggunakannya,” ucap Febri.
Berdasarkan hasil rapat tahun 2019, sistem transportasi massal berupa LRT Bandung Raya Koridor Barat-Timur akan dimulai dari Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang-Ciburuy dengan total panjangnya mencapai 20,12 kilometer.
Trayek monorel LRT khusus di Kota Cimahi akan melintas sepanjang Jalan Amir Mahmud, mulai dari Cibeureum – Cimindi sampai dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Hasil study trase sebelumnya juga muncul usulan tujuh segmen untuk untuk menunjang transportasi massal LRT Bandung Raya. Segmen I adalah Leuwipanjang – Caringin -Pasirkoja, segmen 2 Pasirkoja – Cibeureum.
Segmen 3 Rajawali – Cimindi, segmen 4 Cimindi – Cibabat, segmen 5 Cihanjuang-Alun-alum Cimahi, segmen 6 Cimahi – Kota Baru Parahyangan dan segmen 7 Padalarang – Ciburuy.
Khusus di Kota Cimahi, stasiun monorel itu akan dibangun di lima lokasi berbeda. Yakni di Cimindi, Cibabat, Cihanjuang, Alun-alun Cimahi dan Sangkuriang.
Febri menambahkan, sebagai wilayah yang akan terlintasi transportasi massal, pihaknya akan menunggu dan mengikuti keputusan dari Pemprov Jabar.
“Pemkot Cimahi menunggu kepastian dan siap menjalankan. Minimal 2020 ini memastikan moda transportasinya, setelah dinyatakan baru dilanjutkan dengan tahapan berikutnya dengan detail engineering design (DED), Feasibility Study (FS), dan lainnya,” pungkasnya.
