Tahun 2020, PLN Targetkan Tambahan 167 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
Pada tahun 2020, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan bisa terus menambah infrastruktur penunjang kendaraan listrik, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mobil listrik.
PLN pun menargetkan, bisa menambah 167 unit SPKLU untuk mobil listrik di seluruh Indonesia. Namun, menurut General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Ikhsan Assad, saat ini detail persebaran wilayah dan juga anggaran untuk pembangunan SPKLU tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari PLN Pusat.
Ikhsan mengungkapkan, pembangunan SPKLU mobil listrik ini pun dikerjakan sambil menunggu peraturan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi jalan.
Ia menyebutkan, detail pengaturan dari beleid yang kerap disebut dengan Perpres kendaraan listrik ini dibutuhkan agar penggunaan kendaraan listrik bisa lebih terakselerasi.
“Target itu untuk SPKLU mobil se-Indonesia. Sambil menunggu peraturan turunan Perpres 55/2019 karena bisa mempercepat bertumbuhnya populasi kendaraan (listrik),” kata Ikhsan, Minggu (19/1/2020).
Ikhsan menjelaskan, salah satu regulasi yang ditunggu adalah detail pengaturan soal tarif yang dikenakan untuk SPKLU. Sebab, sampai saat ini pengaturan soal tarif masih berlaku untuk Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang biasa digunakan untuk pengisian motor listrik dan keperluan umum lainnya, seperti kebutuhan listrik pedagang dan event di sekitar SPLU.
“Tarif SPKLU belum ditetapkan. Tarif SPLU memakai tarif multiguna Rp 1.644 per kWh,” kata Ikhsan.
Hingga akhir 2019, SPLU yang tersebar di Jakarta tercatat sebesar 1.922 unit. Dari jumlah itu, sepanjang tahun lalu PLN mejual listrik dari SPLU sebanyak 2,47 juta kWh dengan pendapatan total sekitar Rp 3,9 miliar.
Adapun untuk SPKLU mobil listrik, saat ini terdapat delapan unit di Jakarta. Yakni 3 unit di PLN UID Jakarta Raya, dan masing-masing satu unit di PLN UP3 Bulungan, Senayan City dan PLN Pusat yang dimiliki oleh PLN.
Sementara untuk SPKLU Mobil non-PLN, terdapat satu unit di Jalan Thamrin milik Badan Pengkajian dan Penerapan Tekbologi (BPPT) dan satu unit di Plaza Senayan milik Mitsubishi.
Sepanjang 2019, total pemakaian listrik di SPKLU mobil ini tercatat sebesar 47.732 kWh. Dalam catatan Kontan.co.id investasi untuk satu unit SPKLU berkisar antara Rp 500 juta – Rp 1 miliar, bergantung dari jenis SPKLU apakah normal atau fast charging.
