Agar Investasi di Labuan Bajo Lancar, Presiden Minta Sengketa Tanah Diselesaikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui masih ada permasalahan untuk mengembangkan Labuan Bajo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu soal pembebasan lahan. Masalah ini, dapat menjadi batu sandungan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di destinasi bakal menjadi destinasi superpremium itu.
Presiden ingin, para Kepala Daerah dapat menyelesaikan masalah tersebut, agar arus investasi yang masuk ke Labuan Bajo dapat lancar.
“Ini mungkin untuk Pak Gubernur, Pak Bupati mengenai masih banyaknya tanah sengketa yang ada di sini. Ini tolong menjadi catatan karena ini juga menjadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di sini. Jadi betul-betul diselaraskan antara hukum adat yang ada dengan hukum positif yang kita miliki,” ujar Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi NTT, Senin (20/1/2019).
Selain masalah pembebasan lahan, Presiden juga menyinggung soal pelayaran kapal ke Labuan Bajo. Menurut Presiden kapal besar harus terintegrasi, agar dapat mudah masuk ke destinasi ini.
“Jangan sampai di sini hanya membuang sampahnya, menikmati, dan membuang sampahnya, tetapi masyarakat di sini tidak mendapatkan sebuah pemanfaatan dari datangnya kapal-kapal besar yang masuk,” tambah Presiden.
Sementara itu, terkait masalah sampah, Presiden ingin adanya sebuah gerakan membersihkan sampah di laut yang dikemas dalam suatu kegiatan. Ini, menjadi ranahnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk dapat memikirkan kegiatan tersebut, yang nanti hasilnya dapat dirasakan wisatawan.
Menurut Presiden, dirinya telah mendapatkan keluhan dari orang-orang yang datang ke sini untuk diving soal kebersihan tersebut. “Meskipun belum banyak tetapi harus mulai kita bersihkan sebelum menjadi sebuah jumlah yang sangat banyak. Juga di darat saya harapkan nanti di Kementerian PU, LHK juga menyiapkan infrastruktur untuk pembuangan sampah baik berupa incenerator maupun dengan sistem yang lainnya, tapi ini juga harus segera diselesaikan,” tambah Presiden.
Soal air baku, Presiden meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan tambahan untuk air baku karena ini juga menjadi salah satu keluhan dari para pemilik-pemilik hotel yang ada di Labuan Bajo.
“Kemudian yang terakhir, yang berkaitan dengan promosi. Saya kira target kita akhir tahun 2020, apabila semuanya sudah rapi, sudah tertata, promosi secara besar-besaran saya minta segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk digelarnya event-event internasional yang menarik para wisatawan agar datang ke Labuan Bajo,” ujar Presiden.
Di akhir pengantar, Kepala Negara menyampaikan agar disiapkan organisasi baik dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu dalam hal memberikan keamanan para wisatawan.
“Paling tidak kalau mereka melihat di sini ada SAR-nya, ada BNPB-nya rasa aman, rasa nyaman itu akan muncul karena memang bisa kita lihat kesiapan kita dalam mengatasi hal-hal seperti,” pungkas Presiden.
