Menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek 2020, Kerajinan Barongsai Bojonegoro Diburu
Perayaan Tahun Baru Imlek selalu membawa berkah tersendiri bagi Pujianto (43), seorang perajin barongsai yang beralamat di Jalan Rajawali Bojonegoro, Jawa Timur. Menjelang perayaan Imlek setiap tahunnya ia akan selalu kebanjiran pesanan.
Pujianto, atau yang akrab dipanggil Yanto, bisa dibilang satu-satunya perajin barongsai di Bojonegoro. Ia mengaku sudah 12 tahun ini menggeluti usaha produksi kerajinan barongsai dan pernak-pernik untuk kesenian atau budaya etnis Tionghoa lainnya. Sebagaimana diketahui, Tahun Baru Imlek 2020 atau tahun 2571 Kongzili jatuh pada tanggal 25 Januari 2020.
Sejak sebulan menjelang perayaan tahun baru China atau imlek yang jatuh 25 Januari 2020. Meski tak sesignifikan pada tahun sebelumnya, pesanan kerajinan Pujianto juga mengalami peningkatan. Rata-rata, pesanan datang dari beberapa kota besar di Jawa, seperti Sidoarjo, Surabaya dan Jakarta.
“Ini pesanan dari Sidorajo dan ini kita lagi menyiapkan untuk Bekasi. Kemarin untuk naganya dari Jakarta, sudah saya kirim,” tutur Yanto.
Selain untuk orang dewasa, Pujianto, juga mengerjakan kerajinan seni untuk anak-anak. Bahkan, untuk imlek tahun ini, hasil kerajinan seni pujianto, yang paling banyak dipesan adalah jenis kerajinan permainan untuk anak-anak.
“Untuk membuat kerajinan saya lebih banyak memanfaatkan limbah bekas. Mulai dari kertas limbah kemasan semen, kalender, hingga bambu bekas sebagai kerangka kepala liang-liong dan naga,” kata Pujianto.
Sementara untuk hasil kerajinan, Pujianto mematok harga antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk permainan anak-anak. Sedangkan untuk jenis orang dewasa, hasil kerajinan dipatok harga antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta rupiah. Hal ini sangat bergantung pada besar dan kecilnya ukuran, serta tingkat kerumitan proses pembuatan.
