Tingkatkan Kunjungan Wisman, EL JOHN Indonesia dan HKGCWS Jajaki Kerja Sama Pengembangan Pasar Wine
Vice President Hong Kong General Chamber of Wine & Spirits (HKGCWS) Thomas Chung bersama rombongan pada Selasa, (3/3/2020) mengunjungi kantor EL JOHN Indonesia di lantai 16, APL Tower Central Park, Jalan S.Parman, Jakarta Barat. Kedatangan mereka diterima langsung CEO EL JOHN Indonesia M.J Sugiarto.
Dalam pertemuan ini, Kedua belah pihak membahas kemungkinan kerja sama dalam mengembangkan pasar wine di Indonesia. Pengembangan pasar wine, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara atau wisman.
Thomas Chung mengatakan, wine dapat menjadi daya tarik wisman untuk tinggal lebih lama lagi di Indonesia. Dengan tinggal lebih lama, maka pengeluaran wisman juga akan lebih banyak sehingga ada perputaran uang yang cukup besar guna mendongkrak devisa negara. Apalagi wisman identik dengan wine, yang sangat dicari para wisman saat sedang berwisata.
“yuk kita persiapkan supaya nanti kalau turis-turis sudah berdatangan, mereka betul-betul enjoy di Indonesia dan betul-betul mereka bisa memberikan kontribusi yang lebih untuk masyarakat Indonesia,” kata ahli wine ini. 
Thomas Chung menilai, Indonesia menjadi pasar para wisatawan asal Australia. Bukan hanya Australia, wisatawan dari Tiongkok tidak kalah jumlahnya meskipun saat ini sedang lesu akibat virus corona. Namun setelah wabah virus corona selesai, akan banyak wisatawan dari dua negara itu berbondong-bondong datang ke Indonesia. Kondisi ini harus dijadikan peluang untuk mengembangkan pasar wine di Indonesia.
“Saya peluang-peluang itu bagaimana agar Indonesia memanfaatkan momentum turis dari Australia yang banyak, mungkin nanti usai kasus corona turis dari Tiongkok banyak. Jadi bagaimana caranya agar mereka yang datang bisa mengeluarkan uang lebih banyak di Indonesia,” ujar Thomas Chung.
Thomas Chung pun menceritakan bahwa, Hongkong adalah salah satu negara yang berhasil mengembangkan pasar wine, sehingga banyak wisman yang datang, sehingga banyak wisman yang rela berbelanja lebih besar saat berwisata ke Hongkong.
“Kenapa orang kalau datang misalnya ke HongKong, itu rela berbayar mahal karena di sana menawarkan banyak untuk supaya orang bisa menikmati, nah kalau di Indonesia belum kita tawarkan, pada akhirnya kan mereka cuma keluar uang sedikit. Akhirnya uang yang dibawa ke Indonesia tidak habis. Kita harus tahu bagaimana caranya uang itu bisa di tinggal disini lebih banyak,” ungkap Thomas Chung.
