Kerjasama Strategis Malaysia & Singapura, Menghubungkan Batasan Kedua Ibukota Negara
Di saat Indonesia sedang menggeber banyak proyek pembangunan moda transportasi massal serta infrastrukturnya, negara tetangga kita justru sudah mulai selangkah lagi maju ke depan dalam urusan ini.
Malaysia dan Singapura menandatangani kesepakatan pembangunan kereta cepat, yang akan menghubungkan Singapura dan ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Kereta cepat ini bakal memangkas waktu tempuh kedua tempat ini dari 5 jam menjadi hanya 90 menit.
Transportasi kereta cepat sepanjang 350 kilometer ini dibangun untuk menghubungkan dua pusat bisnis, yaitu Singapura dan Kuala Lumpur.
Dikutip dari AFP, Rabu (14/12), kesepakatan ini dibuat oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, di Putrajaya Malaysia, Senin kemarin.
Lee mengatakan, kereta cepat ini akan mengubah cara berbisnis masyarakat kedua negara. Tidak diketahui berapa nilai proyek ini, namun perkiraannya mencapai US$ 15 miliar, atau sekitar Rp 198 triliun. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2026.
“Saya tahu, masyarakat sangat bergairah dengan ini. Proyek ini akan membuka bentang baru dalam hubungan kedua negara,” kata Najib.
Singapura dan Kuala Lumpur saat ini dipisahkan oleh Selat Johor. Pemimpin kedua negara sepakat menyambungnya dengan jembatan yang akan dilalui oleh kereta cepat tersebut.
Proposal pembangunan kereta cepat ini sudah menimbulkan daya tarik bagi perusahaan China, Jepang, dan Korea Selatan.
Spekulasi yang beredar mengatakan, China akan mendapatkan proyek pembangunan kereta cepat ini.
