Indonesia-Thailand Sepakat Kembangkan Wisata Yacht
Indonesia dan Thailand telah menjalin kerja sama mengembangkan bisnis yacht (kapal layar) di kawasan segitiga destinasi wisata bahari Sabang (Aceh) – Langkawi (Malaysia) – Phuket (Thailand). Hal itu disepakati dalam pertemuan bilateral yang diwakili oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Pariwisata Thailand Kobkam Wattanavrangkul.
“Dia (Thailand) menyambut baik usulan pengembangan (Sabang-Langkawi-Phuket) tersebut. Dengan bilang karena memang Thailand ingin menjadi hub-nya yacht,” ujar Assisten Deputi Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani di Hotel Pan Pacific, Singapura, Jumat (20/1) siang.
Untuk pengembangan wisata yacht, Thailand membutuhkan kerja sama beberapa negara. Meski demikian, tiap negara perlu memerhatikan regulasi di masing-masing negara.
“Nanti perlu dibicarakan tentang regulasi terutama CIQP (Customs, Imigration, Quarantine, Port Authorities),” jelasnya.
Menteri Pariwisata Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul menganggap wisata yacht sesuai dengan rencana pengembangan pariwisata Thailand.
“Wisata maritim itu bukan hanya wisata cruise tetapi juga yacht. Kami sudah punya pelabuhan marina di Phuket empat buah,” ungkap Kobkarn.
Pertemuan bilateral antara dua menteri itu adalah salah satu agenda Kementerian Pariwisata di Asean Tourism Forum (ATF) 2017. Arief Yahya juga bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, S. Iswaran.
ATF merupakan usaha regional untuk mempromosikan kawasan ASEAN sebagai destinasi wisata. Ajang tahunan ini melibatkan semua sektor industri pariwisata dari 10 negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam ditambah negara-negara di Asia yakni China, Jepang, India, dan Korea.
Tahun ini ASEAN merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Untuk merayakannya, kementerian pariwisata dari 10 negara anggota ASEAN sepakat mengembangkan program pariwisata gabungan di bawah kampanye bertemakan “Visit ASEAN@50 : Golden Celebration”. Kampanye ini dimaksudkan sebagai perayaan 50 tahun ASEAN dan juga memandang ASEAN sebagai destinasi tunggal. Acara pre-launching kampanye tersebut dilakukan oleh para menteri pariwisata dari negara anggota ASEAN tahun lalu di ITB Berlin.
