Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 5 Destinasi Wisata di Sleman Ditutup
Penetapan status Gunung Merapi menjadi siaga (level III) berimbas pada ditutupnya destinasi wisata yang okasinya berdekatan dengan Gunung Merapi. Di Kabupaten Sleman, ada lima destinasi wisata yang ditutup sementara oleh Dinas Pariwisata setempat.
Lima destinasi yang ditutup yakni Klangon, Kinahrejo, bunker Kaliadem, Cangkringan dan wisata religi Turgo. Kelima destinasi tersebut, ditutup karena berada dalam radius 5 kilometer dari puncak Merapi. Penutupan ini merupakan arahan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta
“Kami sudah kooordinasikan, sesuai dengan yang tertera dalam edaran BPPTKG bahaya Merapi 5 Km,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, belum lama ini.
Aris mengungkapkan, untuk Kaliurang belum tutup, karena jarak dari puncak gunung lebih dari radius 5 kilometer. Namun pengawasan tetap dilakukan dan jika ancaman bahaya Gunung Merapi berada lebih 5 kilometer, tidak menutup kemungkinan destinasi Kaliurang akan ditutup.
Aris Herbandang menambahkan untuk jip wisata yang ada di lereng Merapi masih diizinkan. Namun dengan persyaratan tidak masuk ke dalam radius 5 Km dari puncak Gunung Merapi.
“Jalur jip tetap kita izinkan sepanjang kita tarik garis sesuai dengan jarak aman di luar 5 km. Untuk teman-teman operator jip akan segera kita koordinasikan,” ucapnya.
Selain tempat wisata, Joko mengatakan sejumlah dusun harus dikosongkan karena berjarak kurang dari 5 kilometer. Wilayah yang mesti dikosongkan yakni Dusun Kalitengah Lor di Kelurahan Glagaharjo, Dusun Kaliadem Lama di Kalurahan Kepuharjo, dan Dusun Pelemsari Lama di Kalurahan Umbulharjo, semuanya di Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan.
Seperti diketahui, pada Kamis lalu (5/11/2020), BBPPTKG Yogyakarta telah menaikkan status Gunung Merapi dari dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). . Perubahan status itu didasarkan pada aktivitas dari dalam gunung yang mengalami peningkatan.
Sejauh ini BPPTKG bekerjasama dengan BPBD dan pemerintah daerah dari masing-masing wilayah sudah melakukan persiapan-persiapan sesuai dengan protokol yang ada. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan penguatan masyarakat untuk menghadapi krisis gunung berapi.
