Membaca Novel, Hobi Kaum Hawa yang Menjengkelkan Pria

0

Bagi kebanyakan pria, membaca novel lebih membosankan daripada menonton film. Namun cukup mengherankan, wanita lebih betah berjam-jam membaca novel ketimbang menonton sekitar satu jam saja cerita novel tersebut.

Hal ini terungkap dari penelitian yang dilakukan OnePoll terhadap dua ribu pria dan wanita di Inggris. Pria menganggap menonton film layar lebar lebih menyenangkan daripada harus membaca novel. Sekitar 75 persen dari responden pria lebih memilih versi layar lebar novel. Sementara 30 persen di antara mereka juga tidak pernah membaca buku lagi sejak tamat sekolah. Mereka beralasan sudah sibuk, tidak bisa menikmati sebuah bacaan dan lebih banyak menghabiskan waktu di internet.

Bagi pria, membaca juga sangat membosankan. Tidak heran jika pria harus menuntaskan satu buku, maka mereka melakukannya lebih lambat dari wanita. Beberapa bahkan memilih tidak menyelesaikan bacaannya. Sementara itu, satu dari lima pria harus mengakui berpura-pura membaca buku tertentu agar terlihat lebih pintar.

Terlihat sekali pria bukan sosok tekun. Sementara ketekunan lebih identik dengan sifat feminim. Ya, membaca butuh kesabaran, sehingga tidak heran pria akan jengkel jika pasangannya lebih betah duduk di sofa atau tiduran menghabiskan seharian waktunya untuk membaca. Pria menganggap pekerjaan tersebut tidak lebih produktif dibandingkan olahraga atau sekadar jalan-jalan ke luar. Untuk memenuhi unsur hiburan yang ditawarkan sebuah cerita, pria lebih memilih menonton, bukan membaca.

Bagaimana mengajak pria berpikir bahwa membaca sangat penting bagi ketajaman otak dan mencegah kepikunan?

Hadiahkanlah atau pinjami pria sebuah buku dengan gaya penulisan yang sesuai dengan kepribadian si pria, seperti buku bergenre humor, thriller, horor, atau science fiction. Kamu sebagai wanita juga bisa mengajaknya membahas perbandingan antara cerita di novel dengan film yang kalian tonton bersama. Dengan demikian, kemungkinan dia menjadi tertarik untuk mengetahui bagaimana versi tulis sebuah cerita. Bahkan dia jadi tahu kenapa kamu beranggapan filmnya jauh lebih menarik dari novelnya atau sebaliknya, filmnya jadi lebih buruk padahal di novelnya memberi kesan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *