Parade Inovasi dan Karya Ilmiah Remaja di Ajang Kompetisi Nasional LIPI

0
jkj1

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menyelenggarakan kompetisi nasional Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventors Award (NYIA) 2020. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pandemi COVID19 yang tengah melanda negeri, proses penjurian kedua kompetisi tersebut dilakukan secara virtual.

“Ini merupakan tantangan bagi adik-adik kita karena baru kali ini kita terpaksa harus melakukan semuanya secara daring, termasuk proses penjurian hingga verifikasi hasil, Apalagi proses LKIR, kan prosesnya panjang, mereka ada proses mentoring untuk melakukan riset yang sebenarnya dengan dibimbing peneliti LIPI,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.

Handoko juga menyampaikan optimismenya pada parade karya invensi peneliti remaja Indonesia yang memiliki potensi besar. Dari peserta NYIA, inovasi yang bagus dapat langsung dipatenkan karena sifatnya kan aplikatif. Bahkan ada beberapa kasus yang patennya kemudian dilisensi oleh industri.

National Young Inventors Award (NYIA) merupakan ajang kompetisi inovasi dan invensi di bidang teknologi yang secara rutin digelar oleh LIPI bagi remaja di semua umur. NYIA 2020 ini dibagi dalam tujuh kategori yaitu Edukasi dan Rekreasi; Teknologi Ramah Lingkungan; Teknologi Bagi Penyandang Disabilitas dan Kebutuhan Khusus; Teknologi Informasi dan Komputasi; Pangan dan Pertanian, Manajemen Bencana; serta Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan.

Dari total 380 proposal yang masuk, terdapat 41 finalis yang berhasil lolos hingga babak akhir penjurian.
Proses penjurian yang berlangsung pada 16 hingga 18 November 2020 tersebut dihadiri 5 dewan juri yang merupakan pakar di bidang kategori yang dilombakan, yaitu Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Nurul Taufiqu Rochman; Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristek/BRIN, Heri Hermansyah; Peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Edwar Yazid; Peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Anto Tri Sugiarto; dan Peneliti Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Yusuf Nur Wijayanto.

Menariknya, beberapa invensi yang dilakukan oleh beberapa finalis tersebut berawal dari ide yang sederhana dan berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.

“Ide anak-anak umumnya berbasis dari lingkungan sekitarnya, secara alami,” ungkap Handoko.

Hal tersebut pun diakui oleh para peserta NYIA sendiri.Kita saat itu sedang lihat berita, dan banyak sekali kasus kecelakaan yang terjadi yang disebabkan supir yang mengantuk, karena itu kita coba kembangkan alat Anti-Sleep Bracelet for Drivers using Arduino and Light Modulation ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *