Dukung Ketahanan Pangan Lokal,PWNU Babel Jalin Kerjasama dengan PT BAA

0
IMG-20201216-WA0015~2

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan Nasional, ditengah pandemi Covid-19. PT. Bangka Asindo Agri (BAA) bersama dengan PWNU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT. Lintang Sembilan Nusantara Bersama membangun ekonomi keumatan dan menjaga ketahanan pangan lokal lewat launching produk nusantara sekaligus sebagai wujud nyata inovasi anak bangsa di PT BAA kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (15/12/2020).

Produk Nusantara Sago Mee saat ini pemasarannya sudah sampai di luar Pulau Bangka sampai ke Pulau Jawa. Hingga saat ini sudah mengirim ratusan ton tepung sagu rumbia ke Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tanfidziah, KH A Ja’far Shidiq saat memberikan sambutan di acara launching produk Nusantara mengatakan saat ini produk Nusantara Sago Mee baru dua rasa yang kami produksi yakni rasa kari ayam dan ayam bawang.

” Selain dua rasa sago mee yang di produksi. Dalam kesempatan ini juga kita launching Nusantara Biskuit yang dibuat murni dari bahan baku sagu,” terangnya.

Dijelaskanya, tujuannya adalah membangun ekonomi keumatan. nantinya pihaknya akan memberdayakan para petani dan akan mengatur lebih baik lagi agar harganya tetap bisa stabil. Sehingga nantinya akan ada standar harga yang dikelola oleh PBNU Provinsi Bangka Belitung.

“Dengan hadirnya Ketua PBNU Pusat Bidang Ekonomi ( KH. Dr. Eman Suryaman, MM – red ) merupakan suatu tanda atau lisensi untuk memasarkan Nusantara Sago Mee Produksi PBNU Provinsi Bangka Belitung ke seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ditambahkanya, saat ini ada 110 juta orang yang terdaftar menjadi keluarga NU, dan ini menjadi potensi yang sangat luar biasa dalam memasarkan Nusantara Sago Mee ini dan saya harap PBNU Provinsi Bangka Belitung menjadi pioner dalam hal ini.

“Terimakasih kepada seluruh Management PT. BAA yang telah memberikan ruang sebesar-besarnya kepada PBNU Babel dalam membangun ekonomi keumatan,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Owner PT. BAA, Fidrianto mengungkapkan bahwa terjalinnya kerjasama dengan PBNU, berjalan secara alami yang menempatkan rasa keyakinan antar kedua belah pihak.

“Mie instan yang kita produksi ini bukan dari bahan baku tepung terigu tetapi dari sagu yang pertama di dunia. Ini merupakan penemuan dan teknologi baru yang dikembangkan dalam industri sagu, sehingga sudah saatnya sagu menjadi tiang rumah di Indonesia,” tegasnya.

Fidrianto mengatakan jika pihaknya sampai saat ini masih hutang 1.000 karton Sago Mee. Walaupun di tengah pandemi Covid-19, PT. BAA tidak melakukan pengurangan karyawan justru menambah jumlah pegawai yang 90 persen di rekrut dari masyarakat sekitar.

“Saya mengucapkan segenap rasa terimakasih kepada seluruh warga NU atas kerjasama dan dukungannya. Mulai hari ini kita akan semakin besar dan meningkatkan kerjasama. Kita walaupun kecil tetapi sudah mendukung salah satu program Pemerintah yakni menjaga ketahanan pangan lokal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *