Taman Safari Bogor Imbau Pengunjung Jaga Kehidupan Satwa
Taman Safari Bogor, Jawa Barat mengimbau kepada pengunjung ikut membantu menjaga keberlangsungan hidup satwa yang menjadi koleksi Taman Safari Bogor. Hal ini penting agar kejadian seorang pengunjung yang melempar botol plastik ke dalam mulut kuda nil ( hippotamus amphibiius ) tidak terulang kembali.
“Diharapkan, dengan adanya kejadian ini, masyarakat akan lebih menyadari kelangsungan hidup satwa satwa, agar satwa tidak punah, dengan tidak memberikan sampah kepada satwa, apapun alasannya. Karena apabila sampah tersebut tertelan, dapat menyebabkan kematian bagi satwa tersebut,” tulis siaran pers Taman Safari Bogor yang diterima redaksi EL JOHN News, Rabu (10/3/2021).
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, seorang pengunjung yang sedang menikmati safari journey melempar botol plastik air mineral ke dalam mulut ari, seekor kuda nil berumur 12 tahun.

Kejadian itu direkam oleh pengunjung lain yang berada tepat di belakang mobil pelaku. Kemudian rekaman tersebut dilaporkan kepada petugas Taman Safari Bogor.
Taman Safari Bogor menyesalkan kejadian ini terjadi, padahal sudah terpasang rambu larangan dilarang membuang sampah keluar dari kendaraan sepanjang
“Terkait dengan kejadian di atas, sebetulnya di area safari journey telah ada beberapa larangan larangan / atau rambu rambu yang mengingatkan agar pengunjung tidak membuang sampah keluar dari kendaraan. Apalagi memberikan makanan kepada satwa satwa yang ada,” bunyi siaran pers ini.

Dokter hewan Bongot mengatakan setelah diketahui ada kejadian ini, team medis dan dokter hewan langsung melakukan investigasi dan observasi terhadap kuda nil tersebut.
“Dan diketahui bahwa hasil observasi tersebut, kuda nilnya saat ini dalam kondisi sehat. Namun demikian pihak tim medis tetap memantau perkembangan kesehatannya” kata dokter Bongot.
Terkait hal ini, maka pihak Taman Safari Bogor mengambil langkah hukum dengan memberikan laporan resmi kepada pihak Kepolisian Resort Bogor, yang dilakukan pada hari Selasa pagi (9/3/2021).
Pada hari yang sama , yang diduga pelaku berinisial KH seorang wanita berusia ( 65 tahun ) , didampingi bersama keluarganya mendatangi Taman Safari Bogor untuk memberikan pengakuan apa yang telah diperbuatnya, di depan awak media dan beberapa staff management Taman Safari Bogor.
Selanjutnya, saat yang sama , atau selang beberapa jam , ibu tersebut di bawa kekepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Terkait apakah Taman Safari Bogor akan mencabut laporan tersebut, maka dalam hal ini management masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwajib tersebut.
Taman Safari Bogor juga telah memberikan sosialisasi kepada para pedagang wortel di sepanjang jalan menuju Taman Safari Bogor untuk tidak mengikat wortelnya dengan tali plastik atau rafia.

Taman safari Bogor yang salah satu fungsinya sebagai tempat pendidikan, telah beberapa kali melakukan program edukasi, memberikan kampanye mengenai lingkungan, mengenai satwa yang perlu dilestarikan , pengolahan sampah menjadi barang barang yang bermanfaat kepada masyarakat luas, kepada siswa siswi sekolah yang dilakukan sebelum pandemi Covid 19.
Semoga peristiwa pelemparan sampah palstik yang dilakukan pada Minggu sore tersebut, merupakan kejadian untuk terakhir kalinya.
