AFC Berkunjung ke Indonesia Sosialisasi Club Licensing

0
AFC

Setelah geliat sepakbola nasional kembali berkobar, dan munculnya kesepahaman dari seluruh stakeholder sepakbola nasional terkait visi dan misi persepakbolaan tanah air, memang sudah waktunya sepakbola Indonesia bicara lagi tentang prestasi di tingkat Internasional. Salah satunya tentu adalah dengan memastikan setiap klub yang mewakili Indonesia di event internasional bisa punya standar kualitas klub profesional yang levelnya internasional pula.

Karena itulah AFC kembali melakukan sosialisasi club licensing kepada klub-klub Indonesia dan PSSI. Sosialisasi ini dilakukan agar klub bisa mengikuti pertandingan di AFC Cup dan Liga Champions Asia 2018, setelah kehilangan jatah akibat sanksi FIFA.

Selama dua tahun terakhir baru ada tiga klub yang sudah memenuhi lisensi AFC. Mereka adalah Persib, Arema, dan Persipura. Sementara klub lainnya belum ada yang memenuhi kriteria.

Terkait hal tersebut, dua perwakilan AFC datang ke Indonesia untuk melakukan diskusi bersama PSSI dan sosialisasi dengan klub Liga I. Pertemuan berlangsung selama dua hari, 3-4 Maret 2017, di Kantor PSSI, Gran Rubina, Kuningan.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ade Wellington, mengatakan pertemuan dengan AFC adalah langkah untuk membantu PSSI dalam membentuk klub-klub yang lebih profesional, berintegritas, dan bermartabat. Termasuk di antaranya adalah sosialisasi club licensing.

“Hari ini adalah hari kedua pertemuan dengan AFC terkait club licensing. Pembahasannya terkait pola club licensing yang akan diterapkan AFC maupun secara nasional pada tahun 2018,” kata Ade Wellington.

“Ada lima aspek (finansial, legal, Infrastruktur, sporting, serta administrasi dan personil) yang terdiri dari 49 item yang akan mulai disosialisasi. AFC Licensing ini juga sebagai persetujuan untuk memutuskan apakah klub bisa lanjut ke AFC Cup atau Liga Champions Asia tahun depan atau tidak,” tambah dia.

“Jadi ini bukan verifikasi untuk liga I atau tidak. Selain itu, prinsip sosialisasi ini juga membuat klub berintegtitas, profesional, dan bermartabat.”

Dari 49 item yang disyaratkan, ada tingkatan pembedanya. Yaitu grade A yakni poin-poin penting yang wajib dipenuhi, lalu grade B yaitu poin-poin yang bisa dinegosiasi, serta grade C yang sebaiknya ada tetapi jika tidak ada tidak akan masalah.

“Tapi tidak semua negara ASEAN dapat lisensi klub. Seperti Thailand cuma tujuh klub, Vietnam hanya 1 klub, dan Malaysia juga,” lanjut Ade.

Sementara itu, Head of Club Licensing AFC, Mahajan Nasudevan Nair, mengatakan jika AFC datang ke Indonesia untuk melihat sejauh mana kesiapan klub-klub Indonesia, juga terkait timeline pengajuan seluruh syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan lisensi AFC bagi klub-klub.

“Kami ke sini untuk bertemu stakeholder sepakbola nasional, termasuk klub-klub sepakbola. Agendanya adalah untuk mencari tahu sejauh mana kesiapan klub, juga diskusi untuk timeline,” kata Mahajan.

Telah disepakati bahwa pengajuan syarat lisensi klub akan dimulai pada 1 April dan ditutup pada tanggal 31 Oktober 2017.

AFC sendiri akan kembali datang ke Indonesia di awal April untuk menjelaskan secara detail dalam pertemuan yang akan berlangsung antara PSSI, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan Kemenpora.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi salah tafsir terkait syarat-syarat yang dimaksudkan oleh AFC dalam proses untuk mendapatkan lisensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *