Yayasan Hakka Aceh Beri Bantuan Fasilitas Mengaji di Aceh Besar

0
WhatsApp Image 2021-11-03 at 18.47.43

Yayasan Hakka Provinsi Aceh bergerak cepat  memberikan bantuan, setelah mendengar kurangnya fasilitas mengaji  yang dikelola seorang guru pengajian di Aceh Besar, Tengku H. Muhibuddin (55). Bantuan tersebut diberikan oleh  Ketua Yayasan Hakka Provinsi Aceh, Kho Khie Siong (Aky) kepada Tengku H. Muhibuddin untuk menambah fasilitas yang kurang.

Fasilitas yang belum memadai tersebut,   yakni tempat wudhu dan perlengkapan ngaji lainnya. Selain itu, murid Tengku H. Muhibuddin juga  merasa kepanasan saat belajar ngaji karena tidak tersedianya kipas angin.

Belajar mengaji ini digelar di rumah Tengku H. Muhibuddin di Dusun Cot Kuta, Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah dan  dilangsungkan setiap malam setelah sholat magrib berjamaah. Karena kurangnya tempat wudhu, maka murid Tengku H. Muhibuddin yang berjumlah 40 orang harus mengantri. Kepada anak muridnya, Tengku H. Muhibuddin tidak memungut biaya satu rupiah pun alias gratis.

Bantuan yang diserahkan Yayasan Hakka Provinsi Aceh berupa tempat wudhuk, sajadah, tikar, pengeras suara, perlengkapan sholat, portable/wireless, kipas angin dan lainnya.

Ketua Yayasan Hakka Provinsi Aceh, Kho Khie Siong merasa bersyukur dapat memberikan bantuan ini setelah mendengar ada tempat pengajian yang minim fasilitas.

“Kemarin kita mendapat informasi bahwa ada tempat pengajian yang membutuhkan bantuan dan kami langsung turun ke lokasi tersebut,”kata Kho Khie Siong kepada seperti yang dilansir Indojaya News, Rabu (03/11/2021)..

Kho Khie Siong menegaskan bantuan ini merupakan komitmen Yayasan Hakka Provinsi Aceh dalam menggalakan aksi sosial kepada mereka yang membutuhkan. Diharapkan bantuan ini dapat membantu proses belajar mengaji.”Dalam bentuk sosial kita tetap berbuat bagi siapapun,”sebutnyaKho Khie Siong mengungkapkan, Yayasan Hakka Provinsi Aceh tidak melihat latar belakang orang yang dibantu. Hal tersebut tercermin dalam internal Yayasan yang orang-orangnya diisi oleh umat yang berbeda, ada yang umat Buddha, Kristen dan Islam. Bahkan mualaf Thioghoa juga tergabung dalam Hakka. “Mereka bagian dari kita, dalam hal sosial tak ada perbedaan, kita terus membantu mereka yang membutuhkan,”jelasnya.

“Kami tak memandang suku, ras dan agama, jika ada yang membutuhkan kita siap bantu, sekaligus menujukkan untuk masyarakat luar Aceh, bahwa Aceh hidup dengan nilai tolerasi keberagamaan, hal ini bisa dilihat, bahwa kita bisa hidup bersama,”demikian tutup Kho Khie Siong

Sementara terpisah, Murni Mustari S.Pd anak dari Tgk Muhibbuddin mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Hakka atas bantuan yang diberikan. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Hakka atas kepeduliannya bagi anak-anak pengajian,”ucapnya.Dia mengaku, kehadiran tim Yayasan Hakka membuat anak-anak sangat antusias dan senang. “Bantuan itu dapat dipergunakan untuk pengajian, anak-anak sedikit kepanasan karena minimnya fasilitas,” ucapnya

“Anak-anak sedikit kepanasan tanpa adanya kipas angin, namun dengan adanya sejumlah bantuan tersebut Alhamdulilah anak anak lebih semangat dalam mengaji,” demikian tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *