Pembangunan Daerah di Babel Membutuhkan Banyak Investor

0
raker bapeda babel

Pendapatan dan Asli Daerah (PAD) dan APBN ternyata tidak bisa diandalkan untuk dijadikan dana pembangunan daerah. Kemampuan untuk menyelenggarakan otonomi daerah berdasarkan desentralisasi fiskal juga relatif kecil pembangunan daerah dapat terwujul. Hal-hal itulah yang kini dirasakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Provinsi Bangka Belitung. Solusinya perlu dihadirkan banyak investor untuk menanamkan modal di Kepulauan Bangka Belitung.

“Dalam upaya kita meningkatkan capaian keberhasilan, maka faktor pertambahan jumlah penduduk menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai satu-satunya mekanisme yang bekelanjutan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.”kata Sekda Babel Yan Megawandi saat membuka acara Rapat Kerja Kepala Bappeda se Provinsi Bangka Belitung di Graha Aparatur Badan Diklat Kabupaten Bangka Barat di Muntok pada hari Senin, 27 Maret 2017.

Dari siaran persnya yang dimuat di situs Provinsi Bangka Belitung, Sekda optimis akan banyak input untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Babel jika para investor berlomba-lomba untuk berinvestasi di salah satu provinsi di kepulauan Sumatera ini. Sekda pun menawarkan ramuan untuk menarik para investor tersebut. Menurut sekda perlu membangun dan memelihara iklim investasi dimana seluruh investor mulai dari perusahaan hingga wirausahawan, dari petani dan usaha mikro, memiliki kesempatan dan insentif untuk melakukan investasi secara produktif, menciptakan pekerjaan sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Di tahun 2015 terjadi peningkatan mencapai 69,05 untuk pembangunan indeks manusia dibandingkan tahun 2010 yang hanya bertengger di posisi 66,02. Angka indeks pembangunan manusia di tahun 2015 tersebut merupakan capaian sasaran pokok Pembangunan Nasional di Provinsi Bangka Belitung Indeks Pembangunan Manusia ini terbentuk dari indikator angka harapan hidup saat lahir 68,88 Tahun, Rata-rata lama sekolah 7,46 tahun dan harapan lama sekolah 11,60 tahun serta pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan sebesar Rp.11,7 juta.

Sedangkan untuk penduduk miskin dapat ditekan dari 6,51 persen ditahun 2010 menjadi 5,22 pada 2016, untuk tingkat pengangguran terbuka tahun 2016 mencapai 6,17 persen, angka tersebut diatas rata-rata nasional yaitu 5,5 persen.

Dibidang politik dan keamanan penyelesaian tindak pidana Polda Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan penghargaan peringkat pertama terbaik yang dikeluarkan oleh Kapolri sebagai Polda yang profesional, modern dan terpercaya, peringkat ini juga diiringi oleh capaian penyelesaian tindak pidana yang terus menurun.

Capaian yang diperoleh tersebut menjadi gambaran dan bahan refleksi untuk perencana di Bappeda pada perangkat daerah lainnya dalam perumusan kebijakan baik di Provinsi maupun di Kabupaten /Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *