Mentan Akan Cabut Izin Importir Daging Sapi Yang Lamban
Guna menjaga pasokan dan menstabilkan harga daging sapi menjelang hingga sesudah bulan Ramadan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sepakat akan mencabut izin para importir yang telah mendapatkan rekomendasi impor.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, untuk menjaga stok daging sapi sebelum hingga sesudah bulan Ramadan, Kementan dan Kemendag telah menyepakati beberapa langkah strategis, diantaranya mencabut izin bagi importir yang tidak tepat waktu dan di blacklist terkait impor sapi bakalan. Kemudian, khusus untuk impor daging beku dievaluasi, bagi importir yang realisasi rendah di bawah 20 persen dicabut, kecuali importir pemula.
“Selain itu, bagi perusahaan yang realisasi impor yang nol langsung dicabut izinnya. Dengan upaya ini, kita pastikan stok daging sapi terus tersedia sehingga tidak terjadi gejolak kekurangan stok daging sapi,” demikian kata Amran di Jakarta, Selasa, 28 Maret 2017.
Diketahui, Stok daging sapi saat ini yang dimiliki pemerintah mencapai 40.000 ton. Ke depan, pemerintah berharap akan menambah lagi stok tersebut sehingga mencapai 50.000 ton. Sementara kebutuhan daging sapi untuk bulan Ramadhan hanya 30.000 ton. Oleh karena itu, stok tersebut sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan.
“Soal harga, maksimal Rp80.000 per kg, bahkan ada yang jual Rp70.000 hingga Rp75.000 per kg, yang terpenting ada boleh ada yang jual melebihi Rp80.000 per kg,” jelasnya.
