Museum Keraton Surakarta Ditutup Imbas Dari Konflik Internal Keraton

0
keraton ditutup

Konflik internal berkepanjangan di Keraton Surakarta yang  kembali memanas akhir-akhir ini, berbuntut dengan penutupan Museum Keraton Surakarta yang merupakan salah satu andalan pariwisata di Kota Solo. Wisatawan terpaksa harus menunda kunjungannya ke salah satu museum yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah peninggalan dinasti Mataram ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Seperti yang dilansir dari sejumlah media online, Museum Keraton Surakarta, pada Senin 3 April 2017 sempat dibuka sehari penuh. Namun, sehari berikutnya museum dan perpustakaan terpaksa ditutup, karena di Kori Kamandungan depan Keraton Surakarta banyak personel polisi dan bahkan ada kendaraan taktis Satuan Brimob.

“Sampai kapan masih belum tahu, kita lihat situasinya dulu saja. Secepatnya diharapkan bisa selesai dan situasi kembali normal, jadi banyak instansi yang ingin datang ke perpustakaan keraton itu membatalkan dengan melihat situasi yang ada,” ujar Plt Raja Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger.

Meski ditutup kebersihan di dalam dan luar keraton tetap terjaga. Para pegawai keraton dan abdi dalam tetap masuk seperti biasa untuk menjalankan tugas, kendati ada perasaan kurang nyaman ditengah konflik internal keraton yang terjadi.

Dengan ditutupnya Keraton Surakarta ini maka perjalanan wisata untuk wisatawan mancangera maupun domestik ditiadakan. Manajer Museum Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Suryo Adimijaya mengatakan selama ini di masa low season, angka kunjungan ke museum mencapai 100-150 orang saat weekday atau hari-hari biasa dan mencapai 200 orang saat weekend atau akhir pekan. Sedangkan saat peak season atau puncak bisa mencapai 600 pengunjung per harinya.

“Puncaknya biasanya saat libur Lebaran dan akhir tahun. Kalau awal tahun seperti saat ini sedang low season, rata-rata satu hari 100-150 pengunjung yang datang.

Konflik internal Keraton Kasunanan diduga  dipicu dari saat Satgas Panca Narendra akan melakukan pembongkaran sekat pembatas yang sebelumnya dipasang Dewan Adat, karena sekat tersebut dinilai menghalangi Raja untuk dapat menghadiri Tinggalan Jumenengan yang akan berlangsung 22 April mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *