Peringati Hari Ibu dan Onde, PSMTI dan Perwanti Banten Kolaborasi Gelar Kegiatan Basuh Kaki Ibu
Dalam rangka memperingati Hari Ibu dan Hari Onde, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Banten dan Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti) Provinsi Banten berkolaborasi menyelenggarakan acara “Mama Wo Ai Ni” di Supermall Karawaci, Tangerang, Banten, Minggu (18/12/2022).
Dalam acara ini sejumlah kegiatan digelar, di antaranya membasuh kaki ibu. Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah ibu-ibu bersama anaknya ini, memperlihatkan bagaimana cara si anak membasuh kaki ibunya dengan menggunakan air. Para ibu yang mengikuti kegiatan ini pun terharu, melihat si buah hati begitu ikhlas membasuh satu persatu kaki ibunya hingga ke telapak kaki.
Tak hanya membasuh kaki , namun si anak juga menyuapkan onde-onde kepada sang ibu sambil . Setelah makan onde, si anak memeluk ibunya sembari mengucapkan mama aku cinta padamu sekaligus l memberikan setangkai bunga. Kegiatan membasuh kaki ibu dan menyuapkan onde ini, diiringi narasi tentang kasih ibu kepada sang anak yang dibacakan oleh pembawa acara

Kasih sayang seorang ibu melambangkan suatu kekuatan seorang wanita yang mampu menyayangi anaknya dalam situasi apapun. Berangkat dari itulah PSMTI tidak ingin melewatkan momen hari ibu, tidak hanya sekedar acara seremonial, tetapi lebih dari itu ingin mengajak setiap orang mengingat para ibu dan tetap memperoleh kekuatan dan kebahagiaan dalam menghadapi kesulitan hidup
Ketua PSMTI Banten Edi Lim mengatakan digelarnya acara ini, untuk mengingatkan kembali, bahwa perjuangan ibu tidak mudah dalam membesarkan anaknya serta penuh cobaan untuk melewatinya Karena itu, anak harus menghormati dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika ini dilakukan oleh sang anak maka kelak hidupnya akan berkah.

“Acara ini digelar untuk mempererat kembali hubungan antar anak dan orangtua sebagai suatu budaya pekerti atau suatu tradisi bahwa anak seharusnya berterima kasih kepada kedua orangtuanya yang sudah melahirkan, membesarkan dan merawatnya serta mereka harus bersimpuh lutut di Hari Ibu ,” kata Edi Lim.
Edi Lim mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti acara ini. Melihat antusias yang tinggi, PSMTI Provinsi Banten berencana untuk melanjutkan acara yang penuh manfaat ini.
“Acara ini, akan kita pertahankan setiap tahun, kita akan mengadakan hal seperti ini, tapi dengan waktu dan tempat yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah kita mau mengajarkan kepada masyarakat luas bahwa sudah sewajarnya anak harus berbakti kepada dengan kedua orangtuanya dengan bersimpuh lutut mencuci atau membasuh kaki ibunya,” ungkap Edi Lim.

Edi Lim berharap acara dalam memperingati Hari Ibu dan Hari Onde ini dapat dijalankan juga oleh PSMTI Pusat maupun daerah. Bahkan Edi Lim menegaskan PSMTI Provinsi Banten siap berkolaborasi untuk membuat acara yang lebih besar lagi.
“Kita berharap kepada PSMTI pusat dan PSMTI yang ada di seluruh Indonesia. 36 provinsi dan 300 Kabupaten/Kota untuk melakukan hal yang sama seperti kita yang ada di PSMTI Provinsi Banten, untuk mengingat kembali tradisi membasuh kaki ibu sangat-sangat mendidik untuk anak-anak agar menjadi orang yang berbakti kepada orang tuanya,” ungkap Edi Lim.

Selain membasuh kaki ibu, juga digelar pemaparan dari 3rd Runner Up Mrs Worldwide Indonesia Marlienna Suwito. Paparan yang diberikan Marlienna yakni seputar kiat-kiat bagaimana menjadi seorang ibu serta menjadi Wanita yang berbahagia dan berdampak positif pada masyarakat.

Tak hanya itu, pada acara “Mama Wo Ai Ni” ini disuguhkan penampilan paduan suara dari Sekolah Suari Terang School yang membawakan lagu-lagu bertemakan Hari Ibu dan Pembacaan Puisi oleh Perwanti Cilegon serta ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Foto Ibu dan Anak.
