Sambut Tahun Baru Imlek, PSMTI Bagikan 1050 Paket Bansos Untuk Masyarakat
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2574, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) pusat melalui Departemen Sosial Kemasyarakatan dan berkolaborasi dengan PSMTI Provinsi Banten memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga Tionghoa yang kurang mampu pada Sabtu (14/01/2023) dan Minggu (15/01/2023). Pembagian bansos sebanyak 1050 paket ini, dilakukan di sejumlah lokasi di daerah Tangerang dan Jakarta Utara
Di hari pertama, Sabtu (14/01/2023), pemberian Bansos dilakukan di empat lokasi, yakni di Vihara Buddha Parami, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang Banten, yang menjadi lokasi pertama.
Di lokasi ini, warga keturunan Tionghoa begitu antusias untuk menerima bansos. Hal itu terlihat dari kedatangan warga sejak pagi hari ke Vihara Buddha Parami.

Paket bansos yang diberikan antara lain berupa minyak satu liter, gula satu kilo, beras 5 kilo, makanan ringan dan uang. Pemberian bansos di lokasi pertama berlangsung lancar dan tertib. Untuk mendapatkan bansos, warga harus menukar kupon yang telah diberikan oleh pihak panitia.
Setelah selesai membagikan bansos di lokasi pertama, pihak panitia melakukan pemberian bansos ke lokasi kedua, yakni di Vihara Hok Tek Bio, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang Banten.
Di lokasi kedua, pihak panitia dan rombongan disambut dengan atraksi barongsai. Warga Tionghoa yang menerima bansos di lokasi kedua, tidak kalah antusiasnya. Mereka yang menerima bansos antri dengan tertib.

Sebelum dilakukan pembagian ke seluruh warga, terlebih dahulu dilakukan pembagian bansos secara simbolis oleh pengurus PSMTI, Kapolsek Teluk Naga dan Pengurus lingkungan setempat.
Pembagian bansos kemudian berlanjut ke lokasi ketiga dan keempat yakni di kantor Sekretariat PSMTI Provinsi Banten dan Vihara Graha Dhamma Ratana yang lokasinya berdekatan dengan kantor Sekretariat PSMTI Provinsi Banten. Di dua lokasi ini, pembagian bansos berlangsung lancar dan tertib.
Di lokasi terakhir ini, Ketua PSMTI Provinsi Banten Edi Lim sempat mengajak pengurus yang hadir untuk meninjau rumah warga keturunan Tionghoa yang berada di bantaran sungai Cisadane.

Sementara itu, untuk pemberian Bansos di hari Minggu (15/01/2023) dilakukan di Vihara Dhamma Ramsi Cetiya, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Wakil Ketua Umum (WKU) Dept. Sosial Kemasyarakatan PSMTI Oey Lusiana menyampaikan rasa syukur kegiatan pemberian bansos dapat berlangsung sukses. Kesuksesan tersebut tak lepas dari kerja keras panitia dan juga pihak-pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan mulia ini.
“Kami semua bersama-sama kompak dan saling berkoordinasi sehingga semuanya bisa berjalan lancar dan bisa diatasi. Selain Departemen Sosial Kemasyarakatan, ada beberapa Departemen di PSMTI yang juga ikut membantu seperti kelembagaan, pemuda maupun organisasi, karena mereka semua ikut berdonasi sehingga dapat mencapai jumlah paket bansos sebanyak 1050,” kata Lusie

Ketua PSMTI Provinsi Banten Edi Lim mengucapkan terima kasih kepada para donator, panitia dan pengurus PSMTI baik pusat maupun provinsi Banten yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Semoga dengan pemberian ini, khususnya masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek ini bisa turut berbahagia, terbantukan dengan bantuan dari kami-kami yaitu dari PSMTI semoga mereka bisa menikmati dengan suka cita,” ujar Edi.
Sementara itu, WKU Dept. Kaderisasi PSMTI Johnny Situwanda mengatakan pemberian bansos ini merupakan bentuk komitmen PSMTI dalam membantu masyarakat yang kekurangan dan tidak hanya bansos namun ada aksi sosial lainnya yang juga dilakukan oleh PSMTI.

“Bahwa PSMTI tidak hanya melakukan misi bansos ini, aksi sosial lain yang sering kita lakukan ada donor darah secara serentak di seluruh Indonesia, selain itu, ada bantuan untuk warga di Cianjur. Jadi seluruh visi misi yang bersifat sosial pasti akan kita lakukan semampu PSMTI membantu, karena PSMTI sudah tersebar di seluruh Indonesia,” tutur Johnny.
Hal senada juga disampaikan WKU Korwil Banten-DKI Jakarta-Jawa Barat Henry Husada. Ia mengungkapkan PSMTI selalu menjadikan momentum hari besar keagamaan untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan
“Kita selalu senantiasa berbagai di mana kita lakukan saat menyongsong hari besar, seperti menjelang Tahun Baru Imlek ini. PSMTI merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial dan budaya, jadi kita bukan untuk warga Tionghoa saja tetapi juga untuk seluruh rakyat untuk berbagi bersama,” kata Henry.

Apa yang disampaikan Henry diperkuat WKU Hukum, HAM dan Advokasi Jawa Barat Djoni Toat. Ia mengatakan pembagian bansos ini, merupakan bentuk berbagi kebahagiaan untuk sesama dan tidak hanya dilakukan di pusat saja, namun PSMTI daerah juga ikut bergerak melakukan hal yang sama.
“Kita baru bisa merayakan Tahun Baru Imlek di tahun ini, karena dua tahun kemarin kita tidak bisa karena pandemi. Kita ingin berbagi kebahagiaan imlek ini untuk kebersamaan, tidak hanya untuk orang Tionghoa saja, tetapi untuk seluruh suku, dan agamanya, kita bersama-sama dan dalam hal ini PSMTI yang ada di daerah-daerah sama bergerak di seluruh Indonesia untuk merayakan Imlek bersama untuk semua kalangan,” ujar Djoni.
