Presiden Prabowo Resmikan KEK Sanur dan Bali International Hospital: Tonggak Sejarah Baru Layanan Kesehatan Indonesia

0
IMG_3971-1024x768

Pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem layanan kesehatan nasional yang tangguh dan modern. Hal ini ditandai dengan peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah upacara yang digelar di Bali Beach Convention Center, Kota Denpasar, Rabu (25/6/2025).

Peresmian kawasan ini tidak hanya mencerminkan pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga menjadi wujud nyata transformasi pelayanan kesehatan Indonesia menuju kelas dunia. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut KEK Sanur sebagai tonggak penting dalam sejarah pembangunan kesehatan nasional, khususnya dalam upaya menyeimbangkan pelayanan antara pusat dan daerah, serta antara warga mampu dan tidak mampu.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua yang telah merintis pembangunan kawasan ini. Ini adalah langkah strategis pertama kita dalam menyediakan fasilitas kesehatan berkelas dunia di dalam negeri,” ujar Presiden Prabowo.

KEK Sanur dikembangkan sebagai destinasi Health and Tourism kelas dunia. Keberadaannya diharapkan mampu menekan jumlah warga Indonesia yang selama ini mencari pengobatan ke luar negeri. Menurut data pemerintah, praktik ini telah menyebabkan keluarnya devisa negara dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya.

“Banyak warga kita yang pergi ke luar negeri untuk berobat. Ini tentu menguras devisa kita. Dengan KEK Sanur, kita dapat memberikan layanan yang setara dengan yang terbaik di dunia, bahkan lebih terjangkau,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab utama dalam melindungi rakyat, termasuk di dalamnya aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Menurutnya, kesehatan adalah pintu awal bagi rakyat untuk keluar dari kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup.

“Negara harus hadir. Tugas negara adalah menjamin rakyatnya terlindungi dari kelaparan, kemiskinan, dan memberikan akses pada kesehatan dan pendidikan yang memadai,” tegasnya.

KEK Sanur, Pilar Kemandirian dan Keadilan Sosial

Lebih dari sekadar fasilitas medis, KEK Sanur merepresentasikan visi pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan melalui layanan dasar berkualitas. Presiden menyebut pendidikan dan kesehatan sebagai instrumen vital untuk menciptakan keadilan sosial dan mendorong kemandirian bangsa.

“Pendidikan dan kesehatan adalah wahana pemerataan. KEK Sanur adalah bagian dari ikhtiar strategis untuk membangun bangsa yang mandiri dan kuat,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga tidak lupa mengapresiasi kontribusi para pemimpin Indonesia sebelumnya yang telah meletakkan dasar pembangunan sistem kesehatan nasional.

“Kita harus menghargai presiden-presiden sebelum kita. Mereka semua telah berjasa dalam membangun fondasi pelayanan kesehatan di negeri ini,” katanya.

Kontribusi Global dan Proyeksi Ekonomi Hingga 2045

KEK Sanur tak hanya ditujukan bagi warga Indonesia, tetapi juga diharapkan menjadi magnet bagi pasien internasional yang mencari layanan kesehatan dan pengalaman wisata di satu kawasan terpadu. Pemerintah memproyeksikan KEK Sanur akan menyerap 18.375 tenaga kerja hingga 2045, menghemat devisa hingga Rp86 triliun, dan bahkan menciptakan potensi pemasukan devisa sebesar Rp19,6 triliun.

Presiden juga menyampaikan apresiasi secara khusus kepada mitra-mitra internasional yang telah mendukung terwujudnya proyek ini.

“Kepada sahabat-sahabat kami dari luar negeri, terima kasih atas partisipasinya. KEK Sanur adalah pencapaian yang bisa dibanggakan bersama,” ujarnya.

Fasilitas Lengkap Bertaraf Internasional

KEK Sanur mencakup berbagai infrastruktur strategis, seperti:

  • Rumah sakit internasional (Bali International Hospital)
  • Hotel bintang lima
  • Pusat konvensi terbesar di Bali yang mampu menampung hingga 5.000 orang
  • Ethnobotanical Garden seluas 4,9 hektare dengan lebih dari 380 jenis tanaman obat
  • Sentra UMKM dan kawasan komersial untuk mendukung ekonomi lokal
  • KEK ini juga digadang-gadang sebagai model kolaborasi lintas sektor yang memadukan unsur kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Turut hadir dalam peresmian tersebut diantaranya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *