Ketum PSMTI Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi, Jaga Persatuan di Tengah Aksi Protes

0
IMG_1380-1536x1024

Menyikapi kondisi terkini di DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya yang tengah mengalami gelombang aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Wilianto Tanta, mengeluarkan pernyataan resmi.

Dalam pernyataannya, Wilianto menekankan pentingnya menyikapi situasi dengan kepala dingin dan penuh kebijaksanaan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu atau berita yang belum tentu benar. Pastikan setiap informasi yang kita terima telah diverifikasi dari sumber-sumber resmi dan terpercaya,” ujar Wilianto.

Lebih lanjut, PSMTI juga mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang latar belakang suku atau agama, untuk menahan diri agar tidak menyebarkan berita bohong, narasi menyesatkan, ataupun konten berupa video dan gambar yang tidak jelas asal-usul dan kebenarannya.

“Di era informasi yang begitu cepat ini, penting bagi kita untuk menjadi agen penenang, bukan penyebar kepanikan. Sebarkan hanya informasi yang terverifikasi dan berkontribusi pada perdamaian,” tambahnya.

Wilianto juga mengingatkan pentingnya membangun kewaspadaan tanpa harus terjebak dalam ketakutan. Ia mendorong masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan berkoordinasi dengan perangkat keamanan setempat.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menjalin komunikasi dengan berbagai tokoh lintas elemen, baik melalui Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), maupun paguyuban-paguyuban kedaerahan yang ada di lingkungan masing-masing.

“Kita harus membangun kemawasan diri, bukan ketakutan. Perkuat komunikasi dan kerja sama dengan tetangga, RT/RW, tokoh masyarakat, dan semua unsur yang dapat menjaga ketenangan di lingkungan kita,” ujarnya.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menghindari bepergian yang tidak mendesak dan menjauhi titik-titik keramaian selama situasi belum kondusif. Langkah ini dinilai penting demi menjaga keselamatan diri dan membantu aparat dalam menjaga ketertiban umum.

Menutup pernyataannya, Wilianto mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus memelihara semangat persatuan dan kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya harus terus dijaga melalui sikap saling menghargai dan gotong royong.

“Mari kita saling menjaga, saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh sebagai sesama anak bangsa. Jangan biarkan provokasi dan narasi yang memecah belah menggoyahkan kebersamaan kita. Indonesia ini rumah kita bersama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir terus meluas, tidak hanya terpusat di DKI Jakarta, tetapi juga menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, komunitas ojek online, hingga warga sipil lainnya, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kenaikan tunjangan bagi anggota DPR yang dinilai tidak berpihak pada kondisi ekonomi rakyat.

Kemarahan publik mencuat karena kebijakan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi sebagian besar masyarakat, di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok. Unjuk rasa yang pada awalnya berjalan damai, di beberapa titik berubah menjadi ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *