Wahana Robot Raksasa Berbahan Daur Ulang Limbah “Transformer One” Hadir di Pantai Teleng Ria, Pacitan
Wahana wisata baru bernama Transformer One resmi dibuka di Pantai Teleng Ria, Pacitan. Uniknya, robot raksasa ini dibangun sepenuhnya dari limbah kendaraan bekas, menjadikannya ikon kreatif sekaligus sarana edukasi lingkungan di Tasya Eco Waterpark.
Peresmian dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Turmudi, yang hadir mewakili Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, bersama CEO & Founder El John Indonesia, M. Johnnie Sugiarto pada Sabtu (11/10/2025).
Turut hadir pada peresmian, di antaranya Direktur Utama PT El John Tirta Emas Wisata Edy Sukamto, Kepala Badan Keuangan Daerah Pacitan Daryono, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Yoni, Forkopimcam, serta Putri Bumi Indonesia 2025 Alexandra Matahari.
Acara peresmian mengusung tema , “Transformer One dari Limbah Bekas, Mewujudkan Bumi Semakin Lestari.” Tema ini menggambarkan filosofi di balik wahana: bagaimana sesuatu yang tampak usang dan tak bernilai bisa “ditenun kembali” menjadi karya kreatif yang bermakna.

Wahana ini bukan sekadar pajangan logam. Ia menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap limbah, bahwa barang bekas tidak selalu menjadi beban, melainkan dapat kembali memiliki nilai estetika dan edukatif melalui sentuhan kreativitas. Di balik megahnya, ada tim kreatif yang telaten merangkai potongan logam bekas, sasis kendaraan, dan material lain menjadi bentuk robot megah yang mengundang decak kagum.
Kepala Disparbudpora Pacitan, Turmudi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. “Alhamdulillah, peresmian wahana Transformer One ini sudah terlaksana. Kolaborasi dan sinergi seperti inilah yang ke depan kami harapkan. Kita ingin Parai dan Pemkab Pacitan maju bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia berharap konsep pariwisata yang berpijak pada edukasi lingkungan seperti ini terus dikembangkan. Menurut Turmudi, Pacitan memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan wisata inovatif dan berkelanjutan.
“Daerah lain sudah mulai melirik Pacitan. Karena itu, kita harus terus berinovasi agar sektor pariwisata dan UMKM berkembang bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT El John Tirta Emas Wisata Edy Sukamto menjelaskan bahwa proyek ini adalah hasil kerja sama antara Parai Beach Resort dengan El John Indonesia, dibantu oleh Putri Bumi Indonesia yang berada di bawah naungan Yayasan El John Indonesia Cabang Pacitan.
Ia melihat limbah bukan sebagai permasalahan, melainkan peluang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui medium wisata.
“Wahana ini kami jadikan ikon yang lahir dari limbah kendaraan bekas. Limbah yang dulu mencemari kini disusun kembali menjadi karya kreatif. Kami ingin membuktikan bahwa barang sisa pun bisa bermanfaat bagi banyak orang,” tutur Edy.

Tak hanya sebagai objek wisata, Transformer One juga dirancang sebagai wahana edukatif. Edy berharap sekolah-sekolah dan pelajar dapat mengunjungi tempat ini, bermain sekaligus belajar mengenai prinsip daur ulang dan pelestarian lingkungan.
“Kami ingin taman ini bukan hanya tempat bermain, tapi ruang belajar. Anak-anak bisa memahami pentingnya menjaga bumi, bahkan ikut berkreasi dari limbah sekitar mereka,” jelasnya.
Wahana ini juga membuka panggung bagi kreator lokal. Edy menyatakan bahwa ide-ide seni daur ulang dari masyarakat Pacitan bisa tampil dan diapresiasi, serta dihadirkan untuk publik.

Selain Transformer One, Tasya Eco Waterpark sendiri sudah dikenal sebagai wahana bermain air terbesar di Pacitan, terletak di Jl. Pramuka, Balong, Sidoharjo. Pengunjung bisa menikmati kolam seluncur, mandi busa, dan panorama keindahan pantai Teleng Ria. Dengan kehadiran zona Transformer, waterpark ini kini semakin berkarakter dan punya keunikan tersendiri.
Dengan sinergi kreatif antara pemerintah daerah, pengembang wisata, dan pelaku seni lokal, Transformer One bukan hanya sebuah atraksi baru, tetapi juga lambang bahwa inovasi dan kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan.
