PULIH dan Synergy Indonesia Sukses Wujudkan Mimpi Keluarga Paulus, Melalui Rumah Baru

Sabtu, 1 November 2025, menjadi hari bahagia bagi Paulus dan keluarganya. Setelah sekian lama menempati rumah yang nyaris roboh, kini mereka bisa tersenyum lega karena telah memiliki hunian baru yang layak dan kokoh. Rumah tersebut dibangun kembali berkat bantuan organisasi sosial Peduli Lingkungan dan Hunian (PULIH) berkolaborasi dengan Yayasan Synergy Bangun Indonesia (Synergy Indonesia).
Momen bahagia itu ditandai dengan serah terima kunci rumah yang dilakukan langsung oleh pihak PULIH dan Synergy Indonesia kepada Paulus. Acara sederhana namun penuh makna ini disaksikan oleh perangkat pemerintahan setempat, mulai dari perwakilan kelurahan, Babinsa, Bimas, hingga pengurus RW dan RT.
Kondisi rumah lama Paulus sebelumnya jauh dari kata layak. Dengan luas tanah sekitar 60 meter persegi, rumah tersebut hanya berdinding triplek tipis dan beratapkan seng bocor. Saat hujan turun, air kerap menggenang di lantai tanah. Sementara ketika panas, udara di dalam rumah terasa menyengat. Meski begitu, Paulus dan keluarganya tetap bertahan karena keterbatasan ekonomi yang membuat mereka tak mampu memperbaikinya.
Melihat kondisi tersebut, PULIH dan Synergy Indonesia bergerak cepat. Pada 8 Agustus 2025, proses pembangunan rumah Paulus dimulai dari nol. Dengan dukungan tenaga sukarelawan, donatur, serta partisipasi masyarakat sekitar, pembangunan dapat diselesaikan hanya dalam 82 hari. Kini, rumah tersebut berdiri megah dan kokoh dengan dinding beton, atap kuat, serta lantai keramik yang bersih dan rapi.
Istri Paulus, Hok Ni mengungkapkan rasa haru dan syukur atas bantuan yang diterimanya. “Bahagia, senang sekali. Rumah ini peninggalan orang tua saya, dan sekarang sudah jadi indah. Enak dilihat, nyaman juga buat kami tinggal,” ujarnya sambil tersenyum.


Ia menceritakan bahwa rumah lama tersebut memiliki nilai sejarah dan emosional tersendiri bagi keluarganya karena merupakan warisan dari orang tuanya. Namun, seiring berjalannya bangunannya tidak seperti rumah pada umumnya. Kini, setelah renovasi oleh PULIH dan Synergy Indonesia, rumah itu kembali layak untuk dihuni dan menjadi sumber kebahagiaan baru bagi Hok Ni dan sang suami serta keluarganya.
Tak lupa, Hok Ni juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunan rumahnya.
“Saya mau ucapkan terima kasih banyak kepada tim Pulih. Semoga Pulih tidak hanya membangun rumah orang tua saya saja, tapi juga bisa membantu rumah-rumah lain yang kondisinya seperti kami dulu,” katanya dengan penuh harap.
Ketika ditanya apakah ia siap merawat rumah barunya, Hok Ni menjawab dengan tegas. “Siap, saya akan merawat rumah ini baik-baik. Ini akan kami gunakan untuk keluarga kami, supaya bisa tinggal dengan nyaman dan tenang,” tuturnya.


Pendiri Pulih, Lusiana Oey, mengungkapkan bahwa rumah tersebut menjadi salah satu yang paling menyentuh hati timnya ketika melakukan survei lapangan.
“Rumah ini sudah berdiri lama, ditempati sejak tahun 1978. Melihat kondisi seperti itu, hati kami sangat tersentuh. Kami merasa keluarga ini pantas mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujar Lusiana usai acara serah terima rumah.
Menurut Lusiana, harapan utama dari pembangunan kembali rumah ini adalah agar keluarga Paulus bisa hidup lebih nyaman dan harmonis.
“Kami ingin mereka bisa tinggal dengan layak, bersyukur, dan merasa nyaman ketika pulang ke rumah. Semoga dengan adanya rumah ini, keharmonisan keluarga juga semakin pulih,” ungkapnya.


Tak lupa, Lusiana juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarga Paulus agar menjaga rumah tersebut dengan baik.
“Pesan saya, semoga rumah ini dirawat dan dijaga dengan sepenuh hati. Kami berharap rumah ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi keluarga Paulus,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lusiana juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan rumah ini.
“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para sponsor, terutama dari PT yang terhubung melalui pertemanan kami di Synergy Indonesia, yang dipimpin oleh Pak Ismet. Tanpa dukungan mereka, proyek ini tidak akan terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Lusiana mengungkapkan bahwa Pulih tidak berhenti sampai di sini. Setelah keberhasilan membangun rumah Paulus, pihaknya kini tengah menargetkan lokasi berikutnya di wilayah Jakarta Utara.


“Kami sedang menyeleksi beberapa rumah di Jakarta Utara untuk dibantu. Tentu saja kami akan memilih rumah-rumah yang benar-benar membutuhkan, seperti halnya rumah keluarga Paulus ini,” jelasnya.
Setelah sukses membantu pembangunan rumah keluarga Paulus yang tidak layak huni, Yayasan Synergy Bangun Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program sosial bersama PULIH. Hal ini disampaikan langsung oleh Ismet Natakarmana, Founder Synergy Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Synergy Bangun Indonesia, yang hadir di acara serah terima rumah.
Ismet mengaku cukup terkejut sekaligus bangga melihat hasil akhir pembangunan rumah Paulus yang kini berdiri kokoh dan nyaman dihuni.
“Saya cukup surprise, awalnya Bomega meminta saya untuk mendukung Pulih melalui Synergy. Walaupun partisipasi Synergy mungkin belum sebesar yang diharapkan, tapi kami sudah berusaha mengerahkan teman-teman supplier untuk ikut membantu,” ujar Ismet.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah ini menjadi bukti nyata atau proven project yang bisa memotivasi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat dalam program sosial serupa.
“Sekarang sudah terbukti hasilnya. Mudah-mudahan dari proyek ini, teman-teman supplier dan juga para developer bisa melihat manfaatnya dan mau ikut berpartisipasi. Kami berharap dukungan akan semakin besar di program Pulih berikutnya, mungkin sekitar Januari atau Februari 2026,” tambahnya.
Ismet menjelaskan bahwa Synergy Indonesia memiliki filosofi utama dalam menjalankan kegiatannya, yakni Fun, Learn, and Share.
“Synergy adalah komunitas yang berisi para developer, supplier, pelaku usaha properti, hotel, dan lainnya. Kami punya prinsip untuk bisa bersenang-senang bersama (fun), belajar dari mereka yang sudah sukses (learn), dan berbagi dengan sesama (share). Program bersama PULIH ini merupakan salah satu wujud nyata dari semangat ‘share’ yang kami pegang,” jelasnya.


Ia berharap kolaborasi antara Synergy Indonesia dan Pulih dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih besar.

“Harapan saya, semua pihak bisa bersinergi. Program CSR dari perusahaan-perusahaan juga bisa diarahkan sebagian untuk membantu Pulih dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan dari kita semua,” tuturnya.
